Selamat datang di Official Website SMA Negeri 3 Blitar, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Blitar. Kami menyadari Official website ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, untuk itu kami berharap masukan dan saran dari pengunjung semua demi sempurnanya website ini. Terimakasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.
 
MENU
HOME
KESISWAAN
ALUMNI
INTERAKTIF
BUKU TAMU
 

Welcome to Official Website
SMAGA
 

:: Official Website

SMA NEGERI 3 BLITAR
http://www.sman3blitar.net
 

:: Alamat Sekolah
Jl. Bengawan Solo  Blitar
Telp/Fax : (0342)807225
Emai : Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

 

 
User Login
Galery Photo
Pengunjung Online

Saat ini ada 96 Jumlah tamu Yang online

Sistem Informasi Sekolah

Ayo Gabung di facebook kami

PERMENDIKNAS 75 TAHUN 2009 Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Selasa, 10 November 2009

PERATURAN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 75 TAHUN 2009

TENTANG

UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH

(SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH

MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS

LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 67 ayat (3), Pasal 71, dan

                               Pasal 72 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

                               tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan

            Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Nasional Sekolah

                  Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah

             Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah

                Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar

      Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Tahun Pelajaran 2009/2010;

 

          Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

                                  Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia

                                  Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik

                                  Indonesia Nomor 4301);

                              2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

                                  Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia

                                  Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik

                                  Indonesia Nomor 4496);

                              3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,

                                  Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian

                                  Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan

                                  Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

                              4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai

                                  Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah

                                  beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor

                                  77/P Tahun 2007;

                              5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006

                                  tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan

                                  Menengah;

                              6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006

                                  tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan

                                  Dasar dan Menengah;

                              7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007

                                  tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional

                                  Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan

                                  Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri

                                  Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar

                                  Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan

                                  Menengah;

                              8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007

                                  tentang Standar Penilaian Pendidikan;

 

MEMUTUSKAN:

 

          Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG

                                 UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/

                                 MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTS), SEKOLAH MENENGAH

                                 PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH

                                 ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH

                                 ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH

                                 KEJURUAN (SMK) TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

 

Pasal 1

 

          Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

 

          1. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan

              penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan

              dasar dan menengah.

          2. UN utama adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi seluruh peserta ujian

              yang terdaftar sebagai peserta UN tahun pelajaran 2009/2010.

          3. UN susulan adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi peserta didik yang

              tidak dapat mengikuti UN utama karena alasan tertentu dan disertai bukti yang

              sah.

          4. BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan

              Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

              Nasional Pendidikan.

          5. Kurikulum 1994 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah

              berlaku secara nasional sejak tahun pelajaran 1994/1995 berdasarkan Surat

              Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993, Nomor

              061/U/1993 Tahun 1993, Nomor 080/U/1993, Nomor 126/U/1993, dan Nomor

              129/U/1993.

          6. Kurikulum 2004 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah

              diterapkan secara terbatas mulai tahun pelajaran 2001/2002 berdasarkan

              Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor

              399a/C.C2/Kep/DS/2004, Keputusan Direktur Pendidikan Menengah Umum

              Nomor 766a/C4/MN/2003, dan Nomor 1247a/C4/MN/2003.

          7. Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya

              disebut standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi minimal

              untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu

              sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006.

          8. Standar Kompetensi Lulusan yang selanjutnya disebut SKL adalah standar

              kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik

          9. Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal ujian

              yang memuat SKL dan kemampuan yang diujikan.

        10. Prosedur operasi standar yang selanjutnya disebut POS adalah prosedur operasi

              standar yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional yang

              ditetapkan oleh BSNP.

        11. Kompetensi keahlian kejuruan adalah kemampuan teknis peserta didik Sekolah

              Menengah Kejuruan.

        12. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

        13. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

        14. Departemen adalah Departemen Pendidikan Nasional.

        15. Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional.

        16. Perguruan tinggi adalah perguruan tinggi negeri yang ditetapkan oleh BSNP

              berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

 

Pasal 2

 

         Ujian Nasional bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional

         pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan

         teknologi.

 

Pasal 3

 

         Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:

         a. pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan;

         b. seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;

         c. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan;

         d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya

             peningkatan mutu pendidikan.

 

Pasal 4

 

        (1) Setiap peserta didik berhak mengikuti UN SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB,

             SMK.

        (2) Peserta didik yang berhak mengikuti ujian nasional SMPLB dan SMALB adalah

              peserta didik yang mempunyai kelainan tunanetra, tunarungu, tunadaksa ringan,

              dan tunalaras.

        (3) Untuk mengikuti UN, peserta didik harus memenuhi persyaratan:

              a. telah berada pada tahun terakhir di SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB,

                  atau SMK.

              b. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMP, MTs, SMPLB,

                  SMA, MA, SMALB, atau SMK mulai semester I tahun pertama hingga

                  semester I tahun terakhir; dan

              c. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan

                  sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah,

                  atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk siswa

                  Kulliyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah

                  (TMI) yang pindah ke SMA/MA atau SMK.

        (4) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat

              mengikuti UN utama dapat mengikuti UN susulan.

       

        (5) Peserta didik yang belum lulus UN berhak mengikuti UN Tahun Pelajaran

              2009/2010.

 

Pasal 5

 

        (1) UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN

              ulangan.

        (2) UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga

              Maret 2010.

        (3) UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu

              keempat Maret 2010.

        (4) UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.

        (5) Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.

 

Pasal 6

 

        (1) UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua

              Mei 2010.

        (2) UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei

              2010.

 

Pasal 7

 

        Mata pelajaran yang diujikan pada UN:

        (1) Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa

              Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi;

        (2) Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa

              Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi;

        (3) Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia,

             Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/

             Antropologi, dan Sastra Indonesia;

        (4) Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia,

             Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih;

        (5) Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

             Matematika, dan Teori Kejuruan;

        (6) Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan

             Matematika; dan

        (7) Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa

              Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

 

Pasal 8

 

        Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010

        merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994,

        Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi.

 

 

 

 

Pasal 9

 

        (1) Kisi-kisi soal UN disusun berdasarkan SKL UN Tahun Pelajaran 2009/2010.

        (2) Kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2009/2010 sebagaimana dimaksud pada ayat

             (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini.

        (3) Soal UN disusun dan dirakit berdasarkan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran

             2009/2010.

        (4) Soal UN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikembangkan dan dikelola oleh

              Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian Pengembangan

              Departemen Pendidikan Nasional dibawah koordinasi BSNP.

        (5) Soal UN ditelaah oleh guru, dosen, dan Puspendik di bawah koordinasi BSNP.

        (6) Soal UN ditetapkan oleh BSNP.

 

Pasal 10

 

        (1) Penggandaan soal UN dilakukan di tingkat regional oleh percetakan perguruan

             tinggi negeri yang ditunjuk.

        (2) Prosedur penggandaan soal UN sebagaimana tercantum pada ayat (1) diatur

             dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh BSNP.

 

Pasal 11

 

        UN diselenggarakan oleh BSNP yang pelaksanaannya bekerja sama dengan instansi

        terkait di lingkungan pemerintah, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, pemerintah

        kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.

 

Pasal 12

 

        (1) Dalam penyelenggaraan UN, Menteri bertanggung jawab untuk:

              a. menetapkan sekolah/madrasah penyelenggara untuk peserta didik pada

                  sekolah Indonesia di luar negeri;

              b. menetapkan jumlah dan sumber dana yang diperlukan untuk penyelenggaraan

                  UN;

              c. menyediakan blangko surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN); serta

              d. memantau, mengevaluasi, dan menetapkan program tindak lanjut.

        (2) Tugas dan tanggungjawab BSNP, gubernur, perguruan tinggi negeri,

              Bupati/walikota, duta besar Republik Indonesia, satuan pendidikan

              (sekolah/madrasah) dalam penyelenggaraan UN diatur dalam POS UN

              2009/2010.

        (3) Dalam penyelenggaraan UN, BSNP melakukan kontrak kerja (MoU) dengan

              Gubernur, perguruan tinggi negeri, bupati/walikota, kepala dinas pendidikan

              provinsi/kab/kota sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

 

Pasal 13

 

        (1) Perguruan tinggi negeri berfungsi sebagai koordinator pelaksana pengawasan UN

              satuan pendidikan SMA/MA dan pemantau UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan

              SMK bekerja sama dengan dinas pendidikan provinsi, Kantor Wilayah

              Departemen Agama (Kanwil Depag), dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

              (LPMP).

        (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai koordinasi pelaksanaan pengawasan UN

              sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam POS UN.

Pasal 14

 

        (1) Peserta UN SMA/MA mengikuti ujian di satuan pendidikan lain sesuai ketentuan

             yang diatur dalam POS.

        (2) Peserta ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam satu ruangan terdiri

             atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan

             dan/atau kabupaten/kota.

        (3) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK mengikuti ujian di satuan

             pendidikan penyelenggara UN.

 

Pasal 15

 

        (1) Pengawas ruang UN SMA/MA pada setiap satuan pendidikan dilakukan oleh tim

              pengawas yang terdiri dari guru-guru satuan pendidikan yang bersangkutan yang

              mata pelajarannya tidak sedang diujikan.

        (2) Pengawas ruang UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK dilakukan oleh tim

             pengawas yang terdiri dari guru-guru yang mata pelajarannya tidak sedang

             diujikan dengan sistem silang murni antar sekolah/madrasah

 

Pasal 16

 

        Pelaksanaan UN SMA/MA di setiap provinsi, kabupaten/kota dan sekolah/madrasah

        diawasi oleh pengawas satuan pendidikan dari perguruan tinggi.

 

Pasal 17

 

        Pelaksanaan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA SMALB, dan SMK di setiap provinsi,

        kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah dipantau oleh tim pemantau independen

        (TPI).

 

Pasal 18

 

        (1) Pemindaian lembar jawaban ujian nasional (LJUN) SMA/MA dilakukan oleh

             perguruan tinggi negeri.

        (2) Pemindaian LJUN SMK, SMP/MTs, SMPLB , SMALB, dan SMK dilakukan oleh

             dinas pendidikan provinsi.

 

Pasal 19

 

        (1) Penskoran hasil UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dilakukan

              oleh Puspendik dengan supervisi BSNP.

        (2) Daftar nilai hasil UN setiap sekolah/madrasah diterbitkan oleh penyelenggara UN

              tingkat provinsi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BSNP.

        (3) Puspendik mengelola arsip permanen dari hasil UN di bawah koordinasi dan

              tanggung jawab BSNP.

 

 

 

 

Pasal 20

 

        (1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus

              jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:

              a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang

                  diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran

                  dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;

              b. khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan

                  digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

             (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas

                  kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum

                  pelaksanaan UN.

             (3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang

                  Diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.

 

Pasal 21

 

             Biaya penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK

             sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.

 

Pasal 22

 

             BSNP melakukan koordinasi dan sosialisasi ujian nasional dengan Departemen

             Agama, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Komunikasi dan Informasi.

 

Pasal 23

 

             (1) Perorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan

                  UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK wajib menjaga

                  kerahasiaan, kejujuran, keamanan, dan kelancaran penyelenggaraan UN.

             (2) Perorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang melakukan pelanggaran atau

                   penyimpangan dalam penyelenggaraan UN SMP/MTS, SMPLB, SMA/MA,

                  SMALB, dan SMK dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan

                   perundang-undangan.

             (3) Peserta didik yang terbukti melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal UN

                  SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan tidak lulus.

             (4) Jenis kecurangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam POS.

 

Pasal 24

 

             Puspendik memetakan hasil UN dan kejujuran pelaksanaan UN menurut:

             a. Sekolah/madrasah,

             b. Kabupaten/kota,

             c. Provinsi.

 

 

Pasal 25

 

             Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

                                                                            Ditetapkan di Jakarta

                                                                            pada tanggal 13 Oktober 2009

                                                                            MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

                                                                             

 

                                                                              TTD.

 

                                                                              BAMBANG SUDIBYO

                            

 

 

                              Salinan sesuai dengan aslinya.

                              Kepala Biro Hukum dan Organisasi

                              Departemen Pendidikan Nasional,

 

 

 

 

                              Dr. A. Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM

                              NIP 196108281987031003

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Popular
Statistics
181 terdaftar
2 minggu ini
10 bulan ini
Terakhir: Algotoflooday  offline
Web Counter

Pengunjung sejak Agustus 2007
Last updated : 2010-07-25 09:10:01
SMAGA LINKS
Lebih lengkap Lagi...
Foto Alumni

mujahidin


Tahun Lulus:






                                           VISITE >>                                             LOGIN >>                                                JOIN >>
© 2010 Official Website SMA Negeri 3 Blitar