|
MEMBERDAYAKAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 BLITAR TAHUN 2004/ 2005 A. Visi, Misi, Tujuan Sekolah 1. Visi Sekolah : Guna memberikan arah atau pedoman bagi pengelolaan pendidikan di sekolah dan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan dimasa depan maka sekolah perlu menetapkan visi sekolah yang merupakan gambaran atau pedoman sekolah yang diinginkan di masa depan. SMP Negeri 4 Blitar mempunyai visi yaitu : WUJUDKAN SMP NEGERI 4 BLITAR SENANTIASA SELANGKAH LEBIH MAJU, SEKOLAH YANG UNGGUL DALAM PRESTASI, PELOPOR DALAM IMTAQ DAN IPTEK, SERTA DIMINATI MASYARAKAT. Sebagai indikator dari Visi tersebut adalah : a. Terlaksananya proses pembelajaran dan bimbingan yang kondosif dan efektif. b. Terbentuknya generasi yang beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil, kreatif, mandiri, berdedikasi, berdisiplin, bertanggungjawab, memiliki sikap gotong royong,hormat dansantun kepada orang tua, cinta almamater, cinta tanah air dan bangsa. c. Unggul dalam prestasi belajar ( peningkatan skor NEM ), penguasaan ketrampilan dan Iptek ( Life Skill )misalnya komputer dan bahasa Inggris, aktifitas sosial dan keagamaan (TPQ dan seni baca Al Qur’an), olahraga prestasi(sepak bola dan Volly Ball) dan seni budaya. d. Terlaksananya perilaku akhlaqul karimah (budi pekerti luhur) dalam kehidupan sehari-hari bagi warga sekolah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. e. Terwujudnya lingkungan fisik sekolah yang selalu bersih, sehat, serasi dan indah, serta nyaman untuk proses pembelajaran. 2. Misi Sekolah : Untuk merealisasikan Visi sekolah tersebut diatas maka sekolah perlu merumuskan tindakan atau kegiatan yang akan dilakukan. Tindakan tersebut dinamakan Misi Sekolah. Misi yang akan dilakukan oleh SMP Negeri 4 Blitar adalah : a. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara efektif dengan mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran, meningkatkan kinerja guru dan karyawan melalui pelatihan dan MGMP. b. Membentuk generasi yang beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil, kreatif, mandiri, berdedikasi, berdisiplin, bertanggungjawab, memiliki sikap gotong royong, hormat dan santun kepada orang tua, cinta almamater, cinta tanah air dan bangsa, melalui peningkatan kegiatan intra dan ekstra kurikuler, misalnya, Pramuka, PMR, Jurnalistik,Conversations Bahasa Inggris, TPQ, SBQ dan ketrampilan Komputer. c. Menumbuhkan semangat keunggulan dalam prestasi belajar, bekerja, bersikap dan bertindak yang dilandasi dengan semangat kekeluargaan, keteladanan, dan kesadaran serta tanggungjawab dari seluruh anggota sekolah. d. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut bagi seluruh warga sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler TPQ dan SBQ. e. Melaksanakan pembinaan ketrampilan, penguasaan ilmu pengetahuan, olahraga prestasi, dan kesenian yang memperkaya budaya bangsa, melalui pendidikan Life Skill Komputer, conversations Bahasa Inggris, IPA, sepak bola dan volly ball. f. Membudayakan perilaku akhlaqul karimah (budi pekerti luhur) dalam kehidupan sehari-hari bagi warga sekolah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. g. Memelihara dan menciptakan lingkungan fisik sekolah agar selalu bersih, sehat, serasi dan indah, serta nyaman untuk proses pembelajaran, melalui pengaturan taman. 3. Tujuan Sekolah : Tujuan sekolah pada dasarnya merupakan tahapan untuk mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu. Tujuan yang ingin dicapai SMP Negeri 4 Blitar selama 4 tahun ini ( 2002 – 2005 ) adalah : a. Pada tahun 2002 perintisan ekstrakurikuler penguasaan teknologi komputer bagi siswa, guru dan karyawan. b. Pada tahun 2003 terlaksananya proses pembelajaran dan bimbingan yang telah mantapdan efektif. c. Pada tahun 2003 terciptanya lingkungan fisik sekolah yang selalu bersih, sehat, serasi dengan taman yang indah, serta nyaman untuk proses pembelajaran. d. Pada tahun 2003 terbentuknya pribadi siswa dan guru yang disiplin, tertib, bertanggungjawab, serta menunjukkan sikap akhlaqul karimah (budi pekerti luhur) dalam kehidupan sehari-hari. e. Pada tahun 2004 terselesaikannya pagar sekolah yang memenuhi syarat untuk keamanan bagi warga sekolah. f. Pada tahun 2005 terpenuhinya sarana dan prasarana laboratorium IPA, ruang ketrampilan dan ruang perpustakaan. g. Pada tahun 2005 perolehan rata-rata Nilai Ebtanas Murni (NEM) bagi kelas III pada tiap mata pelajaran adalah minimal 5,00. 4. Sasaran Sasaran sekolah adalah tahapan selama satu tahun untuk mencapai tujuan sekolah ( jangka waktu 4 tahun ). Sasaran yang hendak dicapai oleh SMP Negeri 4 Blitar untuk tahun pelajaran 2004/2005 adalah : a. Terlaksananya proses pembelajaran dan bimbingan yang semakin mantap dan efektif. b. Mulai terpenuhinya sarana dan prasarana belajar di sekolah yang meliputi alat peraga, alat dan bahan praktek, buku perpustakaan, dan alat olahraga. c. Rata-rata prestasi belajar meningkat 0,2. d. Menekan angka drop out siswa sampai 0 %. e. Menekan angka siswa yang mengulang sampai <= 1 %. f. Terlaksananya pelajaran ekstrakurikuler yang semakin lancar, misalnya: Pramuka, PMR, coversations Bahasa Inggris, TPQ, dan SBQ. g. Mulai terbentuknya pribadi siswa dan guru yang semakin disiplin, tertib, bertanggungjawab, serta menunjukkan sikap akhlaqul karimah (budi pekerti luhur) dalam kehidupan sehari-hari. h. Memiliki tim sepak bola dan volly ball di tingkat sekolah. i. Mulai terciptanya lingkungan fisik sekolah yang selalu bersih, sehat, serasi, danindah, serta nyaman untuk proses pembelajaran dengan diintensifkannya kebersihan, dan perintisan pembuatan taman sekolah. j. Pengaturan ruang kantor guru, tata usaha dan Kepala Saekolah yang semakin serasi, indah dan nyaman untuk bekerja. k. Terlaksananya renovasi ruang perpustakaan, ruang Laboratorium IPA, dan ruang Ketrampilan sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk belajar siswa. l. Terselesaikannya pembangunan pagar sekolah, sebagai sarana pengamanan sekolah. Guna mewujudkan Visi sekolah yaitu WUJUDKAN SMP NEGERI 4 BLITAR SENANTIASA SELANGKAH LEBIH MAJU, SEKOLAH YANG UNGGUL DALAM PRESTASI, PELOPOR DALAM IMTAQ DAN IPTEK, SERTA DIMINATI MASYARAKAT, maka sangat diperlukan adanya strategi dalam penyusunan program kerja sehingga mempercepat dalam pencapaiannya. Strategi dalam penyusunan program kerja dilakukan secara terencana, bertahab dan berkesinambungan yang terdiri dari 3 tahab yaitu meliputi program kerja jangka panjang 8 (delapan) tahun, program kerja jangka menengah 4 (empat) tahun dan program kerja jangka pendek 1 (satu) tahun. B. Program Kerja Jangka Panjang ( 8 tahun ) a. Fisik : 1. Menyelesaikan pembangunan pagar keliling sekolah untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan sekolah. 2. Meneruskan mengatur dan memelihara lingkungan fisik sekolah agar selalu bersih, sehat, serasi dengan taman yang indah, serta nyaman untuk proses pembelajaran. 3. Membangun 1 Unit tempat sepeda untuk menampung sepeda siswa dan Guru 4. Pengadaan 20 unit komputer untuk pembinaan ekstrakurikuler komputer bagi siswa, sehingga mampu mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 5. Membangun ruang OSIS, Sanggar Bhakti Pramuka, Koperasi Siswa, Kantin Sekolah dan Ruang Komputer. 6. Melengkapi sarana prasarana sekolah, misalnya : alat-alat praktek IPA, ketrampilan PKK dan elektronika, perpustakaan sekolah, alat-alat kesenian, dan olahraga. 7. Membangunam 3 ruang kelas baru untuk menyongsong Kurikulum 2004 dengan sistem KBK. b. Non Fisik. 1. Membentuk sekolah yang efektif 2. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan yang semakin mantap dan efektif. 3. Meningkatkan perolehan rata-rata Nilai Ebtanas Murni ( NEM ) bagi kelas III minimal 36,00 dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. 4. Terus mengupayakan pengalihan data manual menjadi data komputer yang lebih canggih, lebih cepat tetapi lebih luas dalam penggunaannya. 5. Melaksanakan pendidikan yang mengarah terbentuknya pribadi siswa dan guru yang disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta menunjukkan sikap akhlaqul kharimah ( budi pekerti luhur ) dalam kehidupan sehari hari. 6. Melaksanakan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang semakin mantap, efektif dan efisien sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 7. Membentuk tim bola volly dan sepak bola yang dapat menjuarai di tingkat kabupaten. 8. Mengelola sekolah secara profesional sehingga benar-benar menjadi sekolah yang diminati masyarakat. 9. Menekan angka siswa yang mengulang dan drop out karena kekurangan biaya sampai 0 % C. Program Kerja Jangka Menengah ( 4 tahun ) : Tahun 2001 – 2005. a. Fisik 1. Menyelesaikan pagar keliling sekolah. 2. Mengatur dan memelihara lingkungan fisik sekolah agar selalu bersih, sehat, serasi dengan taman yang indah , serta nyaman untuk proses pembelajaran. 3. Melengkapi sarana dan prasarana Laboratorium IPA, Ruang Ketrampilan, Ruang Perpustakaan, alat-alat kesenian, dan Olahraga, alat-alat ekstrakurikuler. 4. Membangun lapangan Bola Basket yang memenuhi persyaratan. 5. Merintis pengadaan 10 unit komputer untuk pembinaan ekstrakurikuler komputer bagi siswa. 6. Membangunam 2 ruang kelas baru untuk menyongsong Kurikulum 2004 dengan sistem KBK 7. Melaksanakan perbaikan WC dan kamar mandi siswa dan guru. b. Non Fisik 1. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan yang benar-benar mantap dan efektif. 2. Meningkatkan perolehan rata-rata Nilai Ebtanas Murni ( NEM ) bagi kelas III minimal 36,00 3. Melaksanakan ekstrakurikuler tentang penguasaan teknologi komputer bagi siswa, guru dan karyawan. 4. Melaksanakan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang semakin mantap, efektif dan efisien sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 5. Melaksanakan pendidikan yang mengarah terbentuknya pribadi siswa dan guru yang disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta menunjukkan sikap akhlaqul kharimah ( budi pekerti luhur ) dalam kehidupan sehari hari. 6. Meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan melalui pembinaan secara rutin, memotivasi untuk mengikuti kegiatan MGMP, PKG-SJ, melanjutkan kuliah dan mengikuti seminar. 7. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut bagi seluruh warga sekolah. 8. Terus menumbuhkan semangat keunggulan dalam prestasi belajar, bekerja, bersikap dan bertindak yang dilandasi dengan semangat kekeluargaan, keteladanan, dan kesadaran serta tanggung jawab dari seluruh warga sekolah. 9. Melaksanakan perintisan pengalihan penggunaan data manual menjadi data komputer, sehingga lebih cepat, lebih canggih dan lebih praktis tetapi semakin luas dalam pemanfaatannya. 10. Membentuk tim Bola Volly dan Sepak Bola yang dapat masuk 5 besar di tingkat kabupaten. 11. Menekan angka siswa yang mengulang dan drop out karena kekurangan biaya sampai < 1 % dengan terus mengusulkan Bantuan Khusus Murid ( BKM ), bea siswa bakat dan prestasi kepada pemerintah. D. JUMLAH SELURUH KARYAWAN ( GURU DAN PEGAWAI ) | NO | JENIS PEKERJAAN | JUMLAH | KETERANGAN | | 1. 2. 3. 4. 5. 6. | Kepala Sekolah Guru Karyawan TU Pesuruh Satpam Penjaga Malam | 1 40 4 1 1 1 | | E. JUMLAH MURID TAHUN 2003/2004 DAN TAHUN 2004/2005 | NO | TAHUN PELAJARAN | KELAS I | KELAS II | KELAS III | JML I+II+III | | L | P | JML | L | P | JML | L | P | JML | | 1 | 2003 / 2004 | 78 | 79 | 157 | 68 | 72 | 140 | 71 | 67 | 138 | 435 | | 2 | 2004 / 2005 | 73 | 79 | 152 | 74 | 77 | 151 | 80 | 59 | 139 | 442 | | | | | | | | | | | | | | F. Keadaan masyarakat sekitar ( Wali Murid ) Keadaan sosial masyarakat sangat mendukung terhadap kegiatan belajar mengajar dan kemajuan dunia pendidikan siswa siswi wilayah Desa Bendogerit dan sekitarnya. Warga masyarakat yang sebagian besar hidup sebagai PNS dan yang diluar Bendogerit banyak sebagai petani tegalan (kebun) yang kondisi pengairannya sangat tergantung dari air hujan, sehingga pendapatan keluarga umumnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Namun dengan kondisi penghasilan seperti itu ternyata memiliki keinginan yang cukup besar untuk meningkatkan pendidikan putra – putrinya. Selain itu warga desa Maron dan sekitarnya juga sangat menjunjung tinggi tradisi gotomh royong yang sudah membudaya sejak dahulu. Hal-hal tersebut sangat mendukung dan bersifat positif bagi kemajuan dunia pendidikan khususnya Wajib Belajar Sembilan Tahun ( SMP ). Peran serta masyarakat dan Komite Sekolah bagi kemajuan pendidikan khususnya yang bersifat pendanaan sangat mendukung dan diupayakan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat dan Komite Sekolah melalui musyawarah mufakat, dan dilandasi semangat gotong royong. Angka transisi dari Sekolah Dasar 100 % ( semuanya melanjutkan ke tingkat SMP ). G. Usaha Kepala Sekolah untuk meningkatkan Kinerja Guru dan Karyawan ( Pegawai Tata Usaha) a. Dengan Pembagian Tugas Secara Proporsional. Dalam memberi tugas seorang Karyawan / Guru Kepala Sekolah harus mempertim-bangkan relevensi jurusan guru atau karyawan biar hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut dapat menghindarkan stress dari para guru atau karyawan yang diberi tugas. b. Pengawasan Secara Melekat. Kepala sekolah perlu memberikan motivasi instrinsik , yaitu yang dipengaruhi diri guru sendiri, sehingg guru / karyawan TU, bekerja dengan sungguh - sungguh baik ada pimpinan atau tidak, juga memberikan motivasi ekstrinsik : motivasi yang berasal dari luar diri guru misalnya pemberian penbghargaan atas hasil tugas kepada guru / karyawan yang berprestasi atau memberi hadiah berupa materi. Selain itu Kepala Sekolah harus berusaha transparan mengenai keuangan, transparan disini adalah transparan yang proporsional. c. Melengkapi Sarana dan Prasarana. Untuk bisa mengefektifkan kerja guru dan karyawan Kepala Sekolah harus berusaha melengkapi sarana prasarana yang diperlukan untuk kenyamanan kerja a.l : 1. Sanitasi air bersih 2. Tempat beristirahat 3. Media informasi seperti radio, Koran, dan televisi 4. Komputer dan CD d. Membuka Ajang Silaturohmi : Tiap tiga bulan sekali diadakan arisan anjangsana di rumah salah satu guru/karyawan secara bergantian, hal itu dimaksudkan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antara karyawan dan antara karyawan dengan Kepala Sekolah, bila suasana kondusif sudah tercipta maka segala permasalahan akan cepat teratasi. e. Meningkatkan Kesejahteraan Guru/Karyawan (1). Kepala Sekolah harus bisa berfikir bahwa sekolah bisa melaksanakan Wira Usaha Sekolah seperti membuat majalah Tribulan, membuat kerajinan tangan untuk pelajaran ketrampilan. (2). Kepala Sekolah juga harus memperhatikan kesulitan terbanyak yang dialami oleh Guru/Karyawan dan sedapat mungkin mengeleminir kesulitan itu sehingga Guru/Karyawan dari kesulitan itu (3) Kepala Sekolah harus mampu memberi insentif tambahan pada Guru /Karyawan yang bekerja dengan waktu dan alokasi tugas yang lebih banyak dari Guru/Karyawan yang lain, termasuk Guru/Karyawan yang diberi tugas-tugas tambahan. (4). Kepala Serkolah harus bisa menyisihkan dana taktis (kebersamaan) hal tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan guru/karyawan yang sangat mendadak, uang tersebut dititipkan di bank terdekat yang rekeningnya atas nama Kepala Sekolah dan bendahara taktis. (5). Kepala Sekolah harus memberi peluang pelatihan kepada guru sesuai dengan disiplin ilmu yang diperlukan, dengan pelatihan tersebut maka guru akan lebih menguasai materi pembaharuan dan pola pembelajaran yang baru pula, seperti model contekstual teaching and learning yang sekarang giat dilaksanakan disekolah-sekolah.
|