Selamat datang di Official Website SMA Negeri 3 Blitar, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Blitar. Kami menyadari Official website ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, untuk itu kami berharap masukan dan saran dari pengunjung semua demi sempurnanya website ini. Terimakasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.
 
MENU
HOME
KESISWAAN
ALUMNI
INTERAKTIF
BUKU TAMU
 

Welcome to Official Website
SMAGA
 

:: Official Website

SMA NEGERI 3 BLITAR
http://www.sman3blitar.net
 

:: Alamat Sekolah
Jl. Bengawan Solo  Blitar
Telp/Fax : (0342)807225
Emai : Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

 

 
User Login
Galery Photo
Pengunjung Online

Saat ini ada 19 Jumlah tamu Yang online

Sistem Informasi Sekolah

Ayo Gabung di facebook kami

TUGAS S-2 MAKALAH PEMBELAJARAN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 06 Oktober 2007

BAB I
PENDAHULUAN

 

Dilihat dari jumlah murid yang mendaftar di kelas I baru, dapat dikatakan bahwa akhir-akhir ini peminat salah satu SD (Sukamaju) kian merosot. Apalagi ketika sekolah ini pindah lokasi dari jalan jalur sepi ke jalan jalur ramai. Salah satu  sebab mengapa masyarakat enggan mendaftarkan putra-putrinya ke SD Sukamaju  adalah ramainya lalu lintas berlalu lalang di samping sekolah.

Kalau kita melihat hanya alasan tersebut diatas memang sungguh tidak mendasar. Lihat saja SD-SD favorit yang dekat dengan jalur padat lalu lintasnya, toh muridnya tetap membludak. Bahkan murid yang datang ke sekolah  tersebut tidak saja dari masyarakat sekitar sekolah, melainkan dari tempat-tempat yang jauh dari sekolah. Para orang tua atau wali murid dengan rajin mengantar putra-putrinya ke sekolah di pagi hari dan menjemputnya bila sekolah usai. Mengapa hal ini tidak terjadi di SD Sukamaju .

Menurut kasak kusuk masyarakat yang pernah terdengar menyusutnya jumlah murid tersebut disebabkan oleh mutu lulusan yang dihasilkan atau dengan kata lain mutu lulusan yang dihasilkan oleh SD Sukamaju   kurang memenuhi harapan sebagian besar para wali murid. Hal ini memberi arti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SD Mawar  rendah. Masyarakat juga tidak mengerti mengapa mutu SD Sukamaju   itu rendah.

Dengan semakin menyusutnya jumlah murid, menyebabkan semakin besar beban sekolah dan orang tua wali murid untuk menyediakan dana yang digunakan untuk meningkatkan prestasi anak didik juga semakin melemahnya semangat kompetisi diantara murid itu sendiri.

 

Prestasi Belajar Anak Ddidik

Kalau kita mau mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak itu banyak sekali, tetapi di sini penulis mengambil tiga faktor yang saling berkaitan erat yang berhubhngan dengan prestasi belajar anak.

Adapun ketiga faktor tersebut adalah : (1). Input  (2). Proses dan (3). Out put. Proses merupakan komponen yang penting karena merupakan suatu aktivitas psikis yang berlangsung  dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan / pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap. Setiap kegiatan belajar akan menghasilkan suatu perubahan pada siswa dan perubahan itu akan nampak pada tingkah laku atau pada prestasi siswa.

Secara teori sekolah sebagai lingkungan belajar berhubungan erat dengan penyesuaian dari siswa, baik secara individual maupun kelompok, bagaimana ia harus menempatkan diri secara wajar di tengah-tengah lingkungan sekolah di tempat mereka belajar. Siswa yang merasa puas memiliki tanggung jawab yang besar terhadap tugas-tugas sekolah . Adanya Hubungan yang positif. Antara guru dengan siswa, sehingga siswa mau melewatkan jam-jam pelajaran sampai jam terakhir. Lingkungn yang sehat, hubungan personalitas antara guru dengan siswa akan membentuk kemampuan yang bersifat dewasa   dan bercirikan tertanam dalam hati sanubari, tekun, rela menunda kepentingan pribadi bila perlu, sabar, penuh pertimbangan, penuh keberanian dalam menentukan prioritas. Hal tersebut di atas tidak dapat berlangsung seketika.

Diantara faktor yang mempengaruhi di atas adalah komponen input. Kalau kita dapat misalkan pendidikan itu sawah, maka komponen input adalah bibitnya. Untuk proses adalah sebagai teknik pengolahannya, sedangkan out put sebagai hasil panenannya. Sebaik-baik bibit yang kita tananam, bila kita tananam di lahan yang tandus dan gersang, maka kita tidak akan memperoleh hasil panen yang maksimal. Demikian juga dengan bibit yang jelek, walaupun tanahnya diolah dengan cara apapun , maka hasilnya juga tidak dapat maksimal. Itulah yang sedang terjadi di SD Sukamaju   saat ini.

SD Sukamaju  ini tidak dapat dikatakan sebagai SD pembuangan. Mengapa demikian ?

Pertama : Pada saat pendaftaran untuk siswa kelas satu baru dibuka, sedikit sekali siswa yang amendaftar. Namun ketika SD yang lain sudah menutup pendaftaran, barulah satu , dua siswa yang mendatangi SD Sukamaju  , bahkan ketika kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar di SD lain sudah dimulai, maka SD Sukamaju   masih mendaftar anak karena satu kelas saja belum penuh.

Kedua : Setelah pembagian rapor cawu 3 ( pada saat kenaikan kelas) dilaksanakan satu dua wali murid yang datang ke sekolah tidak untuk mengambil rapot tetapi untuk memindahkan anaknya ke SD Sukamaju , tetapi kalau diteliti anak-anak yang dipindahkan ke SD Sukamaju   itu sudah sisa dari SD lain, dan  secara kebetulan prestasinya juga rendah, untuk anak-anak yang agak tertinggal pindahnya ke SD Sukamaju   karena di SD Sukamaju   pasti selalu kekurangan murid.

Ternyata analisa sementara hasil yang kurang baik itu disebabkan oleh inputnya yang rendah, tetapi kami masih mencari penyebab lain atau mencari solusi pemecahan masalah itu, dari hasil prestasi belajar siswa yang juga kurang dapat meningkat. Dan salah satu upaya yang kami jalankan adalah home visit, kami aktifkan karena dengan kunjungan rumah kami dapat mengetahui latar belakang yang ada di belakang mereka itu, sehingga upaya sekolah selain meningkatkan kualitas para gurunya melalui program KKKS juga dapat melangkah tepat untuk meningkatkan prestasi anak-anak tersebut.

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

Home Visit

Menurut asumsi kami, keengganan masyarakat mendaftarkan anaknya ke SD Mawar  ini karena mereka menganggap bahwa sekolah ini rendah mutunya atau kurang berprestasi. Ini suatu kenyataan yang membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap salah SD Mawar  ini kurang. Kalau hal ini dibiarkan berlarut larut, lama kelamaan kepercayaan masyarakat akan hilang. Apalagi SD Mawar yang sekarang menempati tempat yang dulu ditempati SD yang sudah mati, sehingga sebagian masyarakat beranggapan bahwa SD Mawar yang sekarang tidak jauh berbeda dengan SD sebelumnya. Anggapan-anggapan tersebut yang  akhirnya menyudutkan SD Mawar ke arah keterpurukan yang akan kami rubah . Kami salah satu guru di SD tersebut akan berjuang sekuat tenaga ingin mengubah SD tersebut, dengan jalan kami bersatu dengan guru-guru yang lain mengubah visi dan misi sekolah , kami rumuskan bersama, kemudian membuat program-program yang nantinya dapat meningkatkan mutu SD Mawar tersebut, diantaranya program kami adalah Pengaktifan Home Visit (kunjungan rumah).

Langkah awal pelaksanaan home visit ini adalah dengan menyebarkan angket kepada semua orang tua/ wali murid. Data-data dari orang tua wali murid tersebut kami himpun termsuk jadwal harian belajar anak di rumah  yaitu minimal anak harus belajar dua jam perhari. Ketentuan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang disenangi anak, misalnya antara jam 19.00 – 21.00 WIB, atau mulai jam 18.00 – 20.00 WIB, ataupun satu jam 16.00 s.d jam 17.00 WIB dan ditambah lagi satu jam mulai jam 19.00 s.d jam 20.00 WIB, dan untuk tiap hari tidak harus sama yang penting anak belajar dua jam. Semakin variatif semakin baik. Karena anak tidak dijenuihkan oleh keseragam waktu.

Bila semua guru sudah menginventarisasi kegiatan belajar anak  yang menjadi tnggung jwabnya, hanya jam-jam tertentu guru berkunjung ke tempat siswanya yaitu sesuai jadwal belajar tambahan yang telah diputuskan oleh para siswa. Bila dalam kunjungan tersebut si anak tidak belajar, maka orang tua/wali murid harus memberi alasan yang ditulis di buku penghubung yang kemudian ditanda tangani oleh yang bersangkutan.

Pada tahap awal barangkali kunjungan rumah ini bisa dilakukan dengan menelpon si anak (bagi yang punya telpon tentunya), untuk menanyakan apakah puttra putrinya di rumah sedang belajar atau tidak, kalau anak tidak di rumah dan yang menrima telepon orang tuanya maka kita harus mengingatkan kepada orang tuanya bahwa sesuai dengan jadwal belajar yang telah ditentukan dan dibuat oleh anak yang diketahui oleh orang tua dan guru pembimbing harus dilaksanakan.

Dalam pelaksanaannya home visit ini, yang harus sangat diperhatikan adalah “Simpati” orang tua/wali murid terhadap guru (sekolah), jadi diusahakan para guru berbuat yang mendatangkan rasa simpati dari pihak orang tua/wali murid, jangan sampai menyinggung perasaan orang tua / wali murid tentang keadaan anaknya, atau mengatakan anaknya bodoh, kalau hal itu dapat dilakukan dengan baik , maka kepercayaan masyarakat (orang tua/wali murid sedikit –demi sedikit akan tumbuh yang akhirnya percaya pada sekolah dan mau mendukung program-program sekolah ke arah peningkatan mutu pendidikan di SD mawar itu. Bila kepercayaan dari masyarakat sudah tumbuh, maka akan banyak orang tua / wali murid yang mendaftarkan anaknya di SD Mawar, dengan semakin banyaknya siswa yang mendaftar maka kita akan dapat memilih bibit unggul yang masuk di SD ini, dan bila hal ini ditambah dukungan dana dari orang tua wali murid, maka derajat sekolah akan naik dan semangat kompetisi diantara siswa juga semakin tinggi, maka secara otomatis akan dapat meningkatkan prestasi belajar per individu anak, yang akhirnya SD Mawar menjadi SD yang sangat diminati masyarakat dan unggul dalam prestasi. Karena betapapun mahal kalau didukung dari pihak orang tua wali murid dan dikelola secara transparan bersama komite sekolah maka masyarakat akan tetap percaya dan selalu mendukung program-program peningkat mutu di SD mawar tersebut.

 


BAB III

                                                                             PENUTUP

 

               A. KESIMPULAN

Pada kenyataanya sekarang ini terbukti salah faktor yang menentukan sekolah yang bermutu dan berprestasi adalah dukungan masyarakat. Upaya untuk mengumpulkan simpati dan dukungan msyarakat itu salah satunya dengan program home visit .  Dengan program home visit diharapkan akan menjadi interaksi timbal balik yang saling menguntungkan yang muaranya adalah peningkatan prestasi belajar anak , baik prestasi akademik maupun prestasi budi pekertinya atau dapat dikatakan peningkatan mutu sekolah secara umum.

B. SARAN 

Kepada yang berwewenang, kami menghimbau untuk mewaspadai praktik-praktik tidak terpuji yang ditengarai terjadi pada sekolah-sekolah favorit sekarang ini.

Adapun prasktik-praktik tidak terpuji tersebut adalah :

1.      Menaikkan anak yang seharusnya tidak naik, tetapi harus dipindahkan ke SD lain

2.      Menerima kelas satu baru di luar ketentuan yang ada

3.      Mendaftarkan anak kelas VI ke SMP Negeri lewat jalan yang tidak benar

Demikian sedikit gagasan yang barang kali dapat berguna bagi bagi Sekolah Dasar pada kususnya dan bagi dunia pendidikan kita pada umumnya.

 

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >






                                           VISITE >>                                             LOGIN >>                                                JOIN >>
© 2010 Official Website SMA Negeri 3 Blitar