|
Perubahan yang Dirasakan Terjadi Selama Mengikuti Perkuliahan S2 Teknologi Pembelajaran (Lulus Priyoananto) Perubahan yang kami rasakan selama kuliah S2 kami tinjau dari beberapa segi diantaranya: 1. Dari Segi Pekerjaan Sebagai seorang kepala Sekolah kami sudah mulai menanamkan teori konstruktivistik dengan penekanan pada filosofi kolaborasi. Perbedaan atau keragaman merupakan hal yang harus dibiasakan di dalam segala aspek kehidupan. Dengan kata lain hindarilah virus keseragaman. Keragaman ini telah kami mulai pada unit kerja yang saya pimpin dengan penggunaan seragam yang berbeda dengan aturan yang telah ada juga telah kami budayakan pengambilan keputusan secara partisipatif dan demokratis di dalam rapat pengambilan keputusan. Hal ini sebagai bentuk keragaman di dalam pola pikir dan cara pandang setiap individu yang harus saling dihargai. 2. Dari Segi Wawasan Keilmuan Adanya penambahan pengetahuan-pengetahuan baru seperti sistem pengembangan pembelajaran dan tehnologi pendidikan, telah menjadi tambahan referensi dalam berpendapat atau memperkaya wawasan serta metode dalam penyelesaian pekerjaan. Karena sebagaimana diketahui dengan makin terbukanya komunikasi global transformasi di bidang pendidikan dan pengetahuan bergerak cepat luar biasa. Sehingga kepada para pengambil kebijakan atau para pelaku pemegang otoritas sekalipun di tingkat lokal, ia dituntut untuk dapat mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi di bidang sains. Dalam hal ini yang kami rasakan dari hasil mengikuti perkuliahan S2 ialah, dengan segera dapat menjawab atau mengikuti tuntutan perubahan-perubahan sistim pembelajaran dan kebijakan-kebijakan pelaksanaan pendidikan lain yang diambil oleh pusat. Bahkan dari penambahan pengetahuan baru itu utamanya dari sistem pengajaran dan pembelajaran konsektual telah makin menambah kemampuan kami untuk mengaplikasikan kebijakan pusat dengan cara pendaratan yang lebih mudah diterima ditingkat lokal. Dengan demikian perkuliahan S2 ini bukan saja menjadikan diri tidak ketinggalan ilmu tetapi juga sekaligus menguatkan kapasitas sebagai pengambil kebijakan maupun pembina. 3. Dari Segi Bidang Filsafat dan Manajemen Dari rumpun perkuliahan bidang filsafat dan manajemen, seperti filsafat umum, filsafat, strategi kognitif dan kontruktifisme telah menghasilkan pengayaan dan penguatan dibidang logika berpikir. Dimana bidang-bidang perkuliahan di atas dapat menjadi sumber ispirasi dan diadopsi dalam menghadapi kondisi atau tantangan serta masalah-masalah yang timbul dalam kepemimpinan. Karena sebagaimana diketahui dengan terjadinya penambahan kebijakan secara mendasar ditingkat pemeritahan pusat dalam jaman reformasi ini, sekaligus gerbongnya juga memuat perubahan kondisi sosial, pola pikir serta kultur baru dikalangan masyarakat bawah termasuk dilingkungan pelaku pendidikan. Dalam hal ini kembali para pengambil keputusan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memahami perubahan-perubahan pola pikir serta perilaku sosial dari orang-orang yang berada di lingkungannya secara logis dan kemudian harus dengan segera mampu mengambil strategi yang paling kontektual dan akseptable. Disinilah pendalaman dari bidang-bidang filsafat dan manajemen turut berperan sangat berarti sehingga dengan demikian dapat diciptakan suasana kepemimpinan yang cair, kondusif dan terkendali. 4. Dari Segi Psikologi Dari perkuliahan psikologi dihasilkan perubahan perilaku. Ibarat kata pepatah lama, dalam ilmu padi makin berisi makin merunduk mengisyaratkan bahwa bobot pengetahuan dan kemampuan yang ada pada diri seseorang otomatis akan mempengaruhi penampakan luarnya juga. Yaitu dalam perilaku. Demikian pula perubahan lain yang kami rasakan dari hasil mengikuti perkuliahan S2 ini secara tidak begitu disadari telah menghasilkan perubahan-perubahan dalam perilaku. Sebagaimana diketahui sekalipun perkuliahan S2 ini tidak dapat kami ikuti secara maksimal sebagaimana pada perkuliahan di kampus reguler, tetapi ibarat seorang yang menimba air dengan timba keranjang tali. Penyerapan air dalam tubuh timba tadi secara tidak disadari telah menghasilkan beberapa hal positif seperti membersihkan, menguatkan serat-seratnya dan membuat pori-porinya semakin rapat walaupun pada tahap-tahap awal tidak menghasilkan volume air yang cukup banyak untuk dituang. Jadi dalam keterbatasan cara belajar orang dewasa yang kami alami di S2 ini out put tak langsung yang dapat dirasakan adalah perubaha reaksi dan perilaku ketika harus menerima dan merespon fenomena atau gejala-gejala sosial yang timbul utamanya ketika harus menghadapi hal-hal yang bersifat kontroversi seperti fenomena yang sering terjadi saat ini. Dalam hal ini kami diharapkan mampu untuk menjawabnya dengan perilaku yang tidak konfrontatif. Tetapi dengan pendekatan psykologis yang diharapkan mampu untuk berperilaku secara komunikatif. Tugas Mata Kuliah: TAKSONOMI/AOP DOSEN: PROF. DR. NYOMAN S DEGENG, M.Pd Oleh NAMA : LULUS PRIYOANANTO NIM : 03002064 / T UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN 2005
|