Selamat datang di Official Website SMA Negeri 3 Blitar, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Blitar. Kami menyadari Official website ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, untuk itu kami berharap masukan dan saran dari pengunjung semua demi sempurnanya website ini. Terimakasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.
 
MENU
HOME
KESISWAAN
ALUMNI
INTERAKTIF
BUKU TAMU
 

Welcome to Official Website
SMAGA
 

:: Official Website

SMA NEGERI 3 BLITAR
http://www.sman3blitar.net
 

:: Alamat Sekolah
Jl. Bengawan Solo  Blitar
Telp/Fax : (0342)807225
Emai : Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

 

 
User Login
Pengunjung Online
Saat ini ada 1 tamu Yang online


PTK MATEMATIKA SMP BAB 4 Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 01 September 2007
BAB IV
HASIL PENELITIAN

Supaya dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka peneliti menggunakan model siklus. Adapun pelaksanaan dari siklus-siklus tersebut adalah sebagai berikut:
A.    SIKLUS I
1.    Perencanaan
Pada siklus ini peneliti merencanakan bahwa dalam pembahasan pokok bahasan Teorema Pythagoras dengan menggunakan pendekatan kontekstual bangun kubus dan balok. Menurut peneliti bahwa siswa kelas II di SMP Negeri 6 Kota Blitar sebagian besar belum mengetahui dan memahami pembelajaran Teorema Pythagoras dari pembelajaran sebelumnya. Disamping itu peneliti ingin mengetahui dan meningkatkan hasil pembelajaran siswa khususnya pada Teorema Pythagoras siswa kelas II di SMP Negeri 6 Kota Blitar Tahun Pelajaran 2004/2005.
2.    Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran pada siklus ini dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 15 September 2004 dengan uraian sebagai berikut:
a.    Setelah tanda pelajaran dimulai peneliti masuk dan memberikan salam. Peneliti membuka pelajaran dengan pembukaan bahwa pada kesempatan ini akan dibahas tentang Segitiga Siku-siku, peneliti memberikan pernyataan-pertanyaan tentang segitiga dengan tujuan mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang segitiga siku-siku. Selain itu diharapkan dapat membangkitkan kreatifitas siswa dalam mengungkapkan pendapat dan apa yang siswa ketahui tentang segitiga siku-siku. Kemudian siswa disuruh menyebutkan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari penggunaan segitiga.
b.    Dari contoh penggunaan segitiga dalam kehidupan sehari-hari tersebut, diharapkan siswa lebih mudah memahami konsep pembelajaran dengan suatu konteks benda nyata yang ada di lingkungan sekitarnya. Sehingga pendekatan ini lebih mudah dipahami oleh siswa dan konsep pembelajaran yang sebenarnya dapat tercapai dengan semaksimal mungkin.
c.    Kemudian peneliti memberikan kesmepatan kepada siswa untuk bertanya. Jika ada pertanyaan peneliti mengulang kembali bagian yang ditanyakan siswa sehingga siswa jelas dan memahaminya. Dan apabila siswa telah paham maka peneliti memberikan soal-soal untuk dikerjakan. Peneliti mengamati dan berkeliling untuk memberi bimbingan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Selanjutnya peneliti menunjuk siswa untuk mengerjakan ke muka hasil pekerjaan yang telah dikerjakan.
d.    Sebelum kegiatan pembelajaran pertama berakhir, peneliti memberikan soal-soal latihan (evaluasi 1) yang harus dikerjakan siswa dan selanjutnya dikumpulkan. Dari hasil latihan ini dijadikan sebagai sumber data pertama. Pada kegiatan ini soal yang peneliti berikan berjumlah 5 butir soal dengan alokasi waktu 30 menit. Apabila waktu masih memungkinkan siswa diberikan tugas rumah yang diambilkan dari buku paket.
3.    Pengamatan
Dari pemberian soal pada evaluasi pertama didapatkan data nilai sebagai berikut:
Mata Pelajaran      : Matematika
Pokok Bahasan      : Teorema Pythagoras
Sub Pokok Bahasan      : Kuadrat dan Akar Kuadrat Suatu Bilangan
Kelas/Sekolah      : IIB/SMP Negeri 6 Kota Blitar
HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS I
No    Nama    Nilai    Ketuntasan Belajar
1    AFRINA PURMIRTA SARI    7    Tuntas
2    AGUS BUDIANTO     8    Tuntas
3    ANDEAS KURNIA T.     5    -
4    ANDRI W.     4    -
5    ANGGUN T. DAMAYANTI     7    Tuntas
6    ARIF FAHRUZIN     6    -
7    ARIS PURWANTO     7    Tuntas
8    ARYA DWIANTO W.     4    -
9    AYU FERDIAN W.     8    Tuntas
10    BAYU SETIAWAN     8    Tuntas
11    BRIGAS ENGGL K.     7    Tuntas
12    BUDI MULYONO     6    -
13    CANDRA WAHYU     7    Tuntas
14    DHONY AGUNG A.     7    Tuntas
15    DIDIK MEI N.     7    Tuntas
16    FARIDA EVARLINA     4    -
17    HEPTADANA P.     5    -
18    IKA YUSFIKI     7    Tuntas
19    ITA NURJANAH     9    Tuntas
20    LENI SUSANTI     7    Tuntas
21    MINTASARI     7    Tuntas
22    MOH. FAISAL     6    -
23    MOHAMAD AMIN     7    Tuntas
24    OKY YOGA K.     8    Tuntas
25    PUTRA KUSUMA BANGSA     7    Tuntas
26    RIKA DESI     7    Tuntas
27    RINA ANGGRAENI     7    Tuntas
28    TEGAR ISTRADA     5    -
29    TOTOK BIJAKSANA     5    -
30    TRI YUNINGTYAS     8    Tuntas
31    WULANINGRUM     9    Tuntas
32    YENI SETYO RAHAYU     5    -
33    ARGA SETIAWAN     4    -
34    MUJIATI     7    Tuntas
    Jumlah    231    6,7

Hasil Analisa
Banyaknya siswa seluruhnya     = 34 siswa
Banyaknya siswa yang tuntas belajar     = 22 siswa
Prosentase banyaknya siswa yang tuntas     = 65%
a.    Klasikal: Ya/Tidak
Kesimpulan:
Perlu perbaikan secara individual siswa-siswa yang bernama:
1.    Andreas Kurnia T.
2.    Andri W
3.    Arif Fahruzin
4.    Arya Dwianto W
5.    Budi Mulyono
6.    Farida Evarlina
7.    Heptadana P.
8.    Moh. Faisal
9.    Tegar Istrada
10.    Totok Bijaksana
11.    Yeni Setyo Rahayu
12.    Arga Setiawan
Dari analisa di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum berhasil sebab prosentase siswa yang tuntas belajar baru mencapai 65% dari siswa kelas IIB. Suatu kelas dikatakan berhasil jika mencapai ketuntasan belajar paling sedikit 85% dari jumlah siswa dalam kelas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran belum berhasil dan perlu ditinjau kembali untuk tahap pembelajaran berikutnya.
4.    Refleksi  
Kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan belum berhasil. Apakah penyebabnya? Sedangkan Rencana Pengajaran telah disusun sesuai dengan kerangka pembelajaran yang sesungguhnya yaitu menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. Peneliti berusaha mencari penyebabnya dengan memperhatikan kejadian-kejadian di kelas, antara lain:
a.    Suasana kelas agak terganggu, dimana sebagian sisw akurang memperhatikan materi pembelajaran yang diberikan oleh peneliti. Hal ini disebabkan karena siswa sibuk sendiri menggambar segitiga pada buku berpetak, ada sebagian siswa tidak memiliki buku berpetak dan penggaris. Masalah inilah yang mengganggu dan menghambat jalannya pembelajaran untuk berhasil.
b.    Pada pertemuan ini siswa kurang memperhatikan hal-hal penting yang harus dipahami dan dimengerti, sehingga mengakibatkan penurunan prestasi belajar siswa baik dalam pengerjaan soal latihan maupun pengerjaan soal evaluasi.

B.    SIKLUS II
1.    Perencanaan
Pada siklus ke dua peneliti lebih meningkatkan kegiatan pembelajaran dari apa yang telah dilakukan pada siklus I yaitu peneliti ingin membawa siswa kelas IIB di SMP Negeri 6 Kota Blitar pada suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. Dari pembelajaran ini peneliti mengharapkan suasana kerjasama yang baik dalam memecahkan sautu maslaah siswa dan tanggung jawab setiap siswa terhadap diri sendiri serta kelompoknya. Setiap siswa diharapkan mempraktekkan konsep Teorema Pythagoras dengan cara menyusun bangun kubus dan balok seperti yang telah dijelaskan serta menyelesaikan setiap soal dengan kelompoknya. Dengan demikian rasa tanggung jawab dan ketuntasan belajar siswa dapat tercapai.
2.    Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 22 September 2004 yang membahas tentang membuktikan rumus Teorema Pythagoras melalui pendekatan konteks bangun kubus dan balok. Kemudian selanjutnya dengan menyusun bangun kubus dan balok sesuai penjelasan dalam bab III, siswa dapat menentukan rumus dan dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui. Siswa diharapkan juga dapat mengerjakan latihan soal dan mengerjakan soal evaluasi 2 sebagai penjaring data.
Pelaksanaan kegiatan percobaan dalam kelas adalah sebagai berikut:
a.    Siswa dibagi dalam 6 kelompok dimana tiap kelompok beranggotakan 5  orang dan ada 1 kelompok beranggotakan 4 orang sebab jumlah siswa hanya 34 orang.
b.    Pada masing-masing kelompok, peneliti membagi dalam tiga kelompok yaitu: kelompok atas, kelompok sedang dan kelompok bawah. Hal ini dilakukan dengan maksud agar dalam kelompok tersebut semua siswa mempunyai potensi yang sama dalam pembelajaran.
c.    Masing-masing kelompok mempersiapkan bahan serta alat yang diperlukan berupa: kertas manila, gunting, penggaris, lem dan alas tulis.
d.    Peneliti kemudian menyuruh kepada masing-masing kelompok untuk menyiapkan seluruh peralatan dan peneliti memberi contoh membuat bangun kubus dan balok dari kertas manila dan selanjutnya siswa mengikutinya. Bila bangun kubus dan balok telah siap selanjutnya disusun berjajar membentuk persegi, semua kelompok mempraktekkan sendiri-sendiri.
e.    Peneliti keliling melihat hasil kerja masing-masing kelompok dan memberikan bantuan seperlunya.
f.    Peneliti memberikan penjelasan pada seluruh kelompok bahwa luas persegi pada sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah luas persegi pada sisi siku-siku bangun kubus yang dijajarkan. Selanjutnya siswa menuliskan rumus Teorema Pythagoras sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan.
g.    Dari penjelasan yang diberikan oleh peneliti, masing-masing kelompok dapat menentukan rumus Teorema Pythagoras dan menentukan panjang sisi-sisi segitiga yang lain dengan menggunakan rumus yaitu: a2 = b2 + c2.
h.    Kemudian peneliti memberikan beberapa soal yang berkaitan segitiga dan siswa disuruh mementukan panjang sisi-sisinya jiak dua sisi-sisi yang lain diketahui.
i.    Selanjutnya peneliti menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis. Dan sebelum pembelajaran berakhir peneliti memberikan tugas di rumah (PR) dari buku paket.
j.    Kemudian pembelajaran berikutnya adakah pelaksanaan evaluasi 2 yang terdiri dari 5 butir soal yang harus dikerjakan oleh setiap siswa dan bila selesai segera dikumpulkan.
3.    Pengamatan
Dari pelaksanaan evaluasi 2 didapatkan data nilai sebagai berikut:
Mata Pelajaran      : Matematika
Pokok Bahasan      : Teorema Pythagoras
Sub Pokok Bahasan      : Pembuktian Teorema Pythagoras
Kelas/Sekolah      : IIB/SMP Negeri 6 Kota Blitar
HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS II
No    Nama    Nilai    Ketuntasan Belajar
1    AFRINA PURMIRTA SARI    8    Tuntas
2    AGUS BUDIANTO     9    Tuntas
3    ANDEAS KURNIA T.     7    Tuntas
4    ANDRI W.     7    Tuntas
5    ANGGUN T. DAMAYANTI     8    Tuntas
6    ARIF FAHRUZIN     6    -
7    ARIS PURWANTO     8    Tuntas
8    ARYA DWIANTO W.     7    Tuntas
9    AYU FERDIAN W.     8    Tuntas
10    BAYU SETIAWAN     8    Tuntas
11    BRIGAS ENGGL K.     8    Tuntas
12    BUDI MULYONO     7    Tuntas
13    CANDRA WAHYU     8    Tuntas
14    DHONY AGUNG A.     8    Tuntas
15    DIDIK MEI N.     7    Tuntas
16    FARIDA EVARLINA     6    -
17    HEPTADANA P.     7    Tuntas
18    IKA YUSFIKI     8    Tuntas
19    ITA NURJANAH     9    Tuntas
20    LENI SUSANTI     8    Tuntas
21    MINTASARI     8    Tuntas
22    MOH. FAISAL     6    -
23    MOHAMAD AMIN     8    Tuntas
24    OKY YOGA K.     8    Tuntas
25    PUTRA KUSUMA BANGSA     7    Tuntas
26    RIKA DESI     7    Tuntas
27    RINA ANGGRAENI     7    Tuntas
28    TEGAR ISTRADA     7    Tuntas
29    TOTOK BIJAKSANA     6    -
30    TRI YUNINGTYAS     8    Tuntas
31    WULANINGRUM     9    Tuntas
32    YENI SETYO RAHAYU     7    Tuntas
33    ARGA SETIAWAN     6    -
34    MUJIATI     7    Tuntas
    Jumlah    261    7,7
Hasil Analisa
Ketuntasan Belajar
a.    Perorangan
Banyaknya siswa seluruhnya     = 34 siswa
Banyaknya siswa yang tuntas belajar     = 29 siswa
Prosentase banyaknya siswa yang tuntas     = 85%
b.    Klasikal: Ya/Tidak
Kesimpulan:
Perlu perbaikan secara individual siswa yang bernama:
1.    Arif Fahrudin
2.    Farida Evarlina
3.    Moh. Faisal
4.    Totok Bijaksana
5.    Arga Setiawan
Dari analisa di atas jelas bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan telah mengalami peningkatan yaitu siswa yang tuntas adalah 85%. Dalam hal ini berarti pembelajaran yang dilakukan belum berhasil dan perlu ada perbaikan kembali.
4.    Refleksi
Dari hasil analisa evaluasi 2 diketahui bahwa kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan belum berhasil. Karena masih ada lima siswa yang belum tuntas belajarnya. Tentunya hal ini perlu adanya perbaikan dan tugas tersendiri bagi peneliti untuk meningkatkan proses pembelajaran berikutnya.

C.    SIKLUS III
1.    Perencanaan
Pada siklus ke tiga peneliti ingin lebih mengutamakan kegiatan pembelajaran pada proses dan pemahaman konsep materi yang disampaikan. Peneliti juga ingin selalu membimbing siswa-siswa yang belum tuntas dengan cara memberikan pengarahan dan mencari cara yang tepat dalam menyampaikan konsep materi pada siswa. Pada kesempatan ini siswa diharapkan lebih memahami, menguasai konsep dengan sebaik mungkin serta tetap menjalin kekompakan kerja sama antara anggota kelompoknya. Dengan demikian soal yang diberikan peneliti dapat diselesaikan secara baik dan pembelajaran berhasil dengan tuntas.
2.    Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran pada siklus ke tiga dilaksanakan pada tanggal 7 s/d 12 Oktober 2004 yang membahas pokok bahasan Kebalikan Teorema Pythagoras dan Tripel Pythagoras melalui konteks bangun kubus dan balok yang disusun berjajar membentuk persegi. Selanjutnya dari kegiatan tersebut siswa diberi soal latihan serta diakhiri kegiatan siswa mengerjakan soal evaluasi 3 sebagai penjaringan data sekaligus sebagai ulangan harian.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung sebagai berikut:
a.    Siswa tetap dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
b.    Peneliti memberikan pengarahan kepada seluruh siswa apa yang akan dilaksanakan, semua siswa harus memperhatikan apa tugas kelompoknya.
c.    Masing-masing kelompok mempersiapkan peralatan dan bahan yang sebelumnya dipakai.
d.    Peneliti menyuruh kepada masing-masing kelompok untuk menyiapkan peralatannya, kemudian peneliti memberikan contoh cara menyusun bangun kubus dan balok membentuk bangun persegi seperti yang telah dijelaskan pada bab II. Selanjutnya kebalikan Teorema Pythagoras dapat diketahui jika suatu segitiga merupakan segitiga siku-siku atau bukan bila diketahui ketiga sisinya. Rumus kebalikan Teorema Pythagoras adalah:
Jika a2 = b2 + c2, maka segitiga ABC siku-siku di A
Jika b2 = a2 + c2, maka segitiga ABC siku-siku di B
Jika c2 = a2 + b2, maka segitiga ABC siku-siku di C
e.    Dengan pemberian contoh tadi, diikuti oleh masing-masing kelompok yang mana tiap kelompok membuat satu percobaan saja dan anggotanya memperhatikan.
f.    Peneliti berkeliling dalam kelas sambil memberikan bimbingan dan membetulkan pekerjaan yang kurang benar.
g.    Peneliti memberikan penjelasan kepada masing-masing kelompok bahwa Tripel / tigaan Pythagoras adalah tiga bilangan asli yang tepat untuk menyatakan panjang sisi-sisi suatu segitiga siku-siku.
h.     Dari penjelasan peneliti masing-masing siswa dapat membedakan bilangan yang merupakan Tripel/Tigaan Pythagoras atau bukan Tripel/Tigaan Pythagoras.
i.    Selanjutnya peneliti memberikan beberapa contoh soal yang berkaitan Tripel/Tigaan Pythagoras dalam bentuk soal cerita sehingga siswa paham dan mengerti.
j.    Peneliti menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal latihan yang telah dikerjakan di papan tulis dan memberikan soal latihan di rumah.
k.    Kegiatan pembelajaran berikutnya adalah pelaksanaan ulangan harian yang sekaligus pelaksanaan evaluasi 3 sebagai sumber data penelitian. Soal yang peneliti ujikan ada 10 soal yang berbentuk subyektif dan dikerjakan siswa dalam waktu 60 menit.
3.    Pengamatan
Dari pemberian soal evaluasi 3 didapatkan data nilai sebagai berikut:
Mata Pelajaran      :     Matematika
Pokok Bahasan      :     Teorema Pythagoras
Sub Pokok Bahasan      : Kebalikan Teorema Pythagoras dan Tripel/Tigaan Pythagoras
Kelas/Sekolah      :     IIB/SMP Negeri 6 Kota Blitar
HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS III
No    Nama    Nilai    Ketuntasan Belajar
1    AFRINA PURMIRTA SARI    9    Tuntas
2    AGUS BUDIANTO     9    Tuntas
3    ANDEAS KURNIA T.     8    Tuntas
4    ANDRI W.     8    Tuntas
5    ANGGUN T. DAMAYANTI     8    Tuntas
6    ARIF FAHRUZIN     7    Tuntas
7    ARIS PURWANTO     8    Tuntas
8    ARYA DWIANTO W.     7    Tuntas
9    AYU FERDIAN W.     9    Tuntas
10    BAYU SETIAWAN     9    Tuntas
11    BRIGAS ENGGL K.     9    Tuntas
12    BUDI MULYONO     8    Tuntas
13    CANDRA WAHYU     9    Tuntas
14    DHONY AGUNG A.     8    Tuntas
15    DIDIK MEI N.     8    Tuntas
16    FARIDA EVARLINA     7    Tuntas
17    HEPTADANA P.     8    Tuntas
18    IKA YUSFIKI     9    Tuntas
19    ITA NURJANAH     9    Tuntas
20    LENI SUSANTI     8    Tuntas
21    MINTASARI     9    Tuntas
22    MOH. FAISAL     7    Tuntas
23    MOHAMAD AMIN     9    Tuntas
24    OKY YOGA K.     9    Tuntas
25    PUTRA KUSUMA BANGSA     8    Tuntas
26    RIKA DESI     8    Tuntas
27    RINA ANGGRAENI     8    Tuntas
28    TEGAR ISTRADA     8    Tuntas
29    TOTOK BIJAKSANA     6    -
30    TRI YUNINGTYAS     9    Tuntas
31    WULANINGRUM     9    Tuntas
32    YENI SETYO RAHAYU     8    Tuntas
33    ARGA SETIAWAN     6    -
34    MUJIATI     8    Tuntas
    Jumlah    289    8,5
Hasil Analisa
a.    Ketuntasan Belajar
Banyaknya siswa seluruhnya     = 34 siswa
Banyaknya siswa yang tuntas      = 32 siswa
Prosentase banyaknya siswa yang tuntas     = 94%
b.    Klasikal: Ya/Tidak
Kesimpulan:
Perlu perbaikan secara individual siswa yang bernama:
1.    Totok Bijaksana
2.    Arga Setiawan
Dari analisa di atas sudah jelas bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan  peneliti berhasil dengan tuntas sebab prosentase siswa yang tuntas adalah 94% dari jumlah siswa secara keseluruhan. Dalam hal ini menunjukkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan telah berhasil.
4.    Refleksi
Dari hasil analisa evaluasi 3 diketahui bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan berhasil. Tetapi masih ada dua orang siswa yang belum tuntas. Tentunya akan menjadi tugas dan tantangan tersendiri bagi peneliti untuk mengoptimalkan pembelajaran secara tuntas. Sebab menurut pandangan peneliti siswa yang belum tuntas tersebut mempunyai potensi yang sama untuk menuntaskan pembelajaran.
 




 



 

 



 



 

 

 





 

 




 
< Sebelumnya   Selanjutnya >






                                           VISITE >>                                             LOGIN >>                                                JOIN >>
© 2009 Official Website SMA Negeri 3 Blitar