Selamat datang di Official Website SMA Negeri 3 Blitar, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Blitar. Kami menyadari Official website ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, untuk itu kami berharap masukan dan saran dari pengunjung semua demi sempurnanya website ini. Terimakasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.
 
MENU
HOME
KESISWAAN
ALUMNI
INTERAKTIF
BUKU TAMU
 

Welcome to Official Website
SMAGA
 

:: Official Website

SMA NEGERI 3 BLITAR
http://www.sman3blitar.net
 

:: Alamat Sekolah
Jl. Bengawan Solo  Blitar
Telp/Fax : (0342)807225
Emai : Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

 

 
User Login
Pengunjung Online


PTK Matematika SMA 3 BAB 3 Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 30 Agustus 2007
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Seting Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Blitar pada kelas X-1 semester genap tahun pelajara 2006/2007 dengan pokok bahasan Logika Matematika dengan Metode Problem-Based Learning.
SMA Negeri 3 Blitar adalah salah satu sekolah negeri yang berada dibawah Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar yang beralamatkan di Jl. Ahmad Yani No. 94A Telp (0342) 801525 Blitar. Jumlah siswa sebanyak 411 siswa terdiri dari 11 kelas yang terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu tingkat X, XI dan XII adapun dari masing-maisng tingkat terbagi menjadi 4 kelas dan 3 kelas yaitu kelas X-1, X-2, X-3, X-4, XI-IA, XI IS-1, XI IS-2, XI IS-3,XII IA,XII IS-1 dan XII IS-2 jumlah guru sebanyak 37 orang.
Sebagai obyek dalam penelitian ini adalah kelas X-1 yang berjumlah 40 siswa dimana Peneliti mengajar pada kelas tersebut.

B.    Siklus Penelitian
Setelah persiapan dianggap cukup baru penelitian dimulai, Peneliti membagi penelitian menjadi dua siklus. Sedangkan waktunya mulai tanggal 3 April s/d 18 April 2007. Langkah – langkah yang di tempuh dalam penelitian ini adalah :

1.    Siklus I
1.    Perencanaan ( Planing )
Dalam tahap Perancanaan Peneliti  bersama Kolaborator mempersiapkan :
    Silabus
    Soal – soal ulangan harian
    Instrumen penelitian
    Materi pelajaran yaitu Logika Matematika
2.    Pelaksanaan ( Acting )
Tahap pelaksanaan dilaksanakan didalam kelas dengan melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan silabus yang telah disediakan. Peneliti membimbing siswa dalam menyelesaikan soal Logika Matematika dengan pendekatan Problem-Based Learning membentuk suatu diskusi kelompok kecil. Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, Sementara Kolaborator mengamati proses pembelajaran sebagai bahan diskusi selanjutnya.
3.    Pengamatan ( Observing )
Kolaborator melakukan pengamatan terhadap kegiatan siswa, baik tentang sikap maupun tingkah laku selama kegiatan pembelajaran
4.    Refleksi ( Reflecting )
Dalam tahap ini merupakan kegiatan menganalisa, mensintesa dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada siklus I berlangsung dan diadakan ulangan harian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar baik secara individu maupun klasikal.
Bila ternyata pada tahap ini seluruh siswa telah mencapai standart ketuntasan minimal, maka langsung dilanjutkan dengan siklus II.
e.    Perbaikan dan Pengayaan
Jika pengamatan dan penilaian dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan hasilnya kurang sesuai dengan yang diharapkan,  dengan pedoman ketuntasan belajar secara klasikal maupun individu maka dicari penyebab dan penyelesaian untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, kemudian dilakukan perbaikan dengan mengadakan ulangan kembali sebagai remedial dan pengayaan bagi siswa yang telah mendapat standart ketuntasan minimal.
2.    Siklus II
Pada siklus II  merupakan tindak lanjut dari siklus I dengan memperhatikan hasil observasi, dan hasil diskusi dengan Kolaborator serta hasil belajar siswa juga mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu maupun klasikal, maka Peneliti bersama Kolaborator merencanakan proses pembelajaran selanjutnya. Adapun langkah – langkah pada siklus II adalah sebagai berikut:
1.    Perencanaan
    Menyiapkan silabus
    Menyiapkan soal – soal evaluasi II
    Instrumen penelitian
    Materi pelajaran yaitu Logika Matematika
2.    Pelaksanan Tindakan
Siswa melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Pada siklus II pelaksanaan pembelajaran perlu dimodofikasi sedikit, ini diharapkan akan lebih memberi motivasi dan semangat siswa dalam belajar.
3.    Pengamatan ( Observasi )
Ketika siswa melakukan kegiatan belajar pada siklus II, Kolaborator mengamati perubahan sikap dengan memberikan instrumen (angket) yang harus diisi oleh siswa dan juga diamati pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan memperlihatkan hasil nilai ulangan II.
4.    Refleksi
Dalam tahap ini merupakan kegiatan menganalisa, mensintesa dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada siklus II berlangsung, dan diadakan ulangan harian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar baik secara individu maupun klasikal
e.    Perbaikan
Jika dari hasil pengamatan dan penilaian dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan hasilnya kurang sesuai dengan yang diharapkan, sesuai dengan pedoman ketuntasan belajar secara klasikal maupun individu, maka dicari penyebab dan penyelesaian untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, kemudian dilakukan perbaikan dengan mengadakan ulangan kembali sebagai remedial dan pengayaan bagi siswa yang telah mencapai standart ketuntasan minimal.

C.    Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan pada waktu melaksanakan penelitian dalam upaya mencari dan mengumpulkan data penelitian dalam masalah ini hasil ulangan harian  pada pokok bahasan Logika Matematika pada kelas X-1 semester genap SMA Negeri 3 Blitar tahun pelajaran 2006 / 2007 dan respon kondisi pembelajaran dari siswa.
Untuk mencapai maksud tersebut di atas, peneliti dalam hal ini menggunakan metode pengumpulan data, yaitu :
•    Metode Test
•    Metode Angket
•    Metode Observasi




Penjelasan.
a.    Metode Test
Yang dimaksud dengan metode tes adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki seseorang dengan menggunakan soal – soal isian dengan batasan tertentu.
Tes digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok dan sebagainya yang telah dipilih dengan sempurna dan standart tertentu.
Metode tes yang digunakan pada ini adalah ulangan harian yang dilakukan pada akhir siklus guna memperoleh data yang diinginkan.
b.    Metode Angket
Metode angket adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan mengajukan suatu daftar pertanyaan tertulis kepada sejumlah individu dan individu yang diberi daftar pertanyaan tersebut diminta untuk memberikan jawaban secara tertulis pula. Pada penelitian ini digunakan sejumlah angket langsung dan tertutup. Dikatakan angket langsung, karena individu yang diberi agket tersebut adalah orang yang diinginkan langsung datanya yaitu siswa. Dikatakan angket tertutup, karena pertanyaan – pertanyaan dalam angket sudah disediakan alternatif – alternatif jawaban dan siswa tinggal memilih salah satu jawaban tersebut. Pada penelitian ini metode angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa terhadap pelajaran matematika terutama pada pokok bahasan Logika Matematika. Sedang angket yang digunakan adalah angket  langsung dan tertutup Metode Observasi.
Didalam pengertian psikologi, observasi atau yang disebut dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap obyek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi adalah pengamatan langsung melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap. Disini guru sebagai peneliti melakukan pengamatan terhadap segala fenomena yang muncul dalam setiap siklus. Kehadiran guru sebagai penelitidan kolaborator tidak diketahui obyek penelitian, karena observasi yang dilakukan adalah obserasi partisipasif dalam bentuk team teaching.
Teknik observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan format yang sudah disiapkan sehingga kolaborator tinggal memberi tanda  (check list) pada lembar observasi.

D.    Teknik analisa data
Teknik analisa data merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap kali melakukan penelitian. Semua data yang telah terkumpul tidak akan berarti kalau tidak diadakan penganalisaan. Hasil dari penganalisaan akan memberikan gambaran, arah serta tujuan dan maksud penelitian.
Penelitian ini menggunakan analisa statistik sederhana, yaitu dengan analisa diskriptif. Analisa diskriptif adalah model analisa dengan cara membandingkan rata-rata prosentasenya, kemudian kenaikan rata-rata pada setiap siklus. Disini yang dianalisa yaitu tentang hasil ulangan pada tiap siklus.
Dari hasil ulangan tersebut, dapat ditafsirkan tentang ketuntasan belajar siswa. Dalam penelitian ini untuk ketuntasan belajar siswa individu maupun klasiklal digunakan pedoman ketuntasan siswa, sebagai berikut.
1.    Ketuntasan Perorangan.
Seorang siswa dikatakan berhasil (mencapai ketuntasan) belajar bila telah mencapai taraf penguasaan minimal 60% atau dengan nilai 60. Bagi siswa yang taraf penguasaannya kurang dari 60% diberikan remidi pada pokok bahasan yang belum dikuasai, sedangkan bagi siswa yang telah mencapai penguasaan 60% atau lebih dapat melanjutkan kepokok bahasan berikutnya.
2.    Ketuntasan Klasikal
Suatu kelas dikatakan telah berhasil (mencapai ketuntasan belajar) jika paling sedikit 85% data jumlah siswa dalam kelas tersebut telah mencapai ketuntasan perorangan dengan ketentuan sebagai berikut :
a.    Apabila sudah terdapat 85% dari jumlah siswa keseluruhan dalam kelas yang mencapai tingkat ketuntasan belajar maka kelas tersebut dapat melanjutkan kegiatan pada satuan pembelajaran berikutnya.
b.    Apabila jumlah siswa yang mencapai tingkat ketuntasan belajar masih kurang dari 85% maka:
    Siswa yang taraf penguasaannya kurang dari 60% harus diberi program perbaikan mengenai bagian-bagian pelajaran yang belum dikuasai.
    Siswa yang telah mencapai taraf penguasaan 60% atau lebih dapat diberikan program pengayaan.
c.    Untuk menentukan prosentase dari pencapaian ketuntasan siswa maupun kelas adalah sebagai berilut :
    Prosentase ketuntasan siswa  =   x 100 %
    Prosentase ketuntasan kelas  =   x 100 %
Keterangan : sp = skor perolehan
st = skor total
s = jumlah siswa yang mencapai ketuntasan
t = jumlah siswa total dalam kelas
Jika dalam suatu kelas ketuntasan siswa lebih atau sama dengan 85% maka pembelajaran yang dilaksanakan guru dapat dikatakan berhasil. Tetapi jika ketuntasan siswa kurang dari 85% maka pembelajaran yang dilaksanakan guru belum berhasil dan perlu diperhatikan mengenai metode dalam pembelajarannya.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >






                                           VISITE >>                                             LOGIN >>                                                JOIN >>
© 2008 Official Website SMA Negeri 3 Blitar