Selamat datang di Official Website SMA Negeri 3 Blitar, yang merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Blitar. Kami menyadari Official website ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, untuk itu kami berharap masukan dan saran dari pengunjung semua demi sempurnanya website ini. Terimakasih, dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.
Agar dalam penelitian ini Peneliti mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka Peneliti menggunakan metode siklus. Adapun pelaksanaan dari siklus-siklus tersebut adalah sebagai berikut : A. Siklus I 1. Perencanaan a. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai yang direncanakan dengan Kolaborator dengan bentuk klasikal. b. Siswa duduk berkelompok sesuai dengan tempat duduk yang berdekatan dalam satu garis bangku dengan anggota 4 – 5 orang. c. Guru memberikan tugas secara berkelompok dan individu. d. Guru mengamati proses berlangsungnya belajar kelompok. e. Kolaborator membuat catatan pribadi (catatan lapangan). f. Guru memberikan tes kepada siswa. 2. Pelaksanaan Siklus I ini merupakan tahap awal dari penelitian yaitu dengan mengambil data ulangan harian siswa yang terakhir sebelum diadakan penelitian, hal ini digunakan sebagai pembanding. Data ulangan harian kelas X-1 yang terakhir adalah sebagai berikut :
Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada tanggal 3 April 2007 yang pelaksanaannya sebagai berikut : Setelah tanda pelajaran dimulai Peneliti masuk ke kelas X-1 yang dipilih untuk obyek penelitian. Peneliti mengucapkan salam kemudian dibahas tentang pernyataan dan kalimat terbuka. Peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang pernyataan dan kalimat terbuka dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang pernyataan dan kalimat terbuka. Selain diharapkan dapat membangkitkan kreativitas siswa dalam mengungkapkan pendapat dan apa yang siswa ketahui tentang pernyataan dan kalimat terbuka. Kemudian siswa disuruh menyebutkan contoh-contoh pernyataan dan kalimat terbuka dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang belum difahami. Kemudian Peneliti menerangkan apa yang belum dimengerti oleh siswa sehingga siswa menjadi faham. Apabila siswa telah paham, maka Peneliti memberikan soal-soal untuk dikerjakan. Terlebih dahulu siswa disuruh membentuk kelompok secara heterogen yang beranggotakan 4 – 5 orang dan soal tersebut dikerjakan secara berkelompok. Peneliti mengamati dan berkeliling untuk memberikan bimbingan bagi siswa yang masih mengalami kesulitan. Selanjutnya Peneliti menunjuk siswa untuk mengerjakan kedepan dari hasil pekerjaan yang telah dikerjakan. Sebelum kegiatan pembelajaran pertama berakhir, Peneliti memberikan soal-soal latihan (evaluasi 1) yang harus dikerjakan siswa dan selanjutnya dikumpulkan. Dari hasil latihan ini dijadikan sebagai sumber data pertama. Pada kegiatan ini soal yang Peneliti berikan berjumlah 2 butir soal dengan nomor 1 (a sampai dengan e) dan nomor 2 (a sampai dengan e) dengan alokasi waktu 30 menit. 3. Pengamatan Berdasarkan dari catatan lapangan, pada saat berlangsungnya belajar kelompok ada diantara salah satu kelompok yang dua anggotanya bercengkerama sendiri tentang hal diluar materi diskusi. Peneliti menegur dan menyuruh untuk aktif berinteraksi dengan kelompoknya dalam mendiskusikan masalah yang telah diberikan oleh Peneliti. Sementara itu ada seorang siswa yang makan makanan ringan didalam kelas kemudian ditegur oleh Peneliti. Pada setiap kelompok yang antusias membahas tugas yang diberikan rata-rata 2 atau 3 orang sedang anggota lain cukup aktif. Pengamatan diluar proses belajar kelompok yaitu Peneliti memeriksa buku catatan masing-masing siswa setelah penyajian materi. Ternyata ada beberapa siswa yang tidak mencatat dengan berbagai alasan.
Ditinjau dari ketuntasan siswa, datanya dapat dilihat dari tabel 2 Tabel 2. Nilai Hasil Ulangan Harian Siklus I ANALISA HASIL ULANGAN HARIAN SIKLUS
Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Logika Matematika / pernyataan dan Ingkaran Kelas/Semester : X-1 / Genap Tahun Ajaran : 2006 – 2007 Jumlah Soal : 10 soal Jumlah Siswa : 40
Hasil Analisa a. Ketuntasan belajar Banyak siswa seluruhnya 40 siswa Banyak siswa yang tuntas belajarnya 40 siswa Prosentase banyaknya siswa yang tuntas 100 % b. Kesimpulan 1) Tidak perlu diadakan perbaikan karena siswa tuntas semua 2) Perlu perbaikan pengajaran untuk soal no. 4, 5 dan 8 Dari analisa diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan telah berhasil sebab prosentase siswa yang tuntas belajar mencapari 100 % dari siswa kelas X-1. Suatu kelas dikatakan berhasil jika mencapai ketuntasan belajar minimal 85% dari jumlah siswa dalam kelas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran telah berhasil dan dapat dilajutkan ketahap pembelajaran berikutnya. Sedangkan dari soal yang diberikan, ternyata soal no. 4, 5 dan 8 perlu mendapatkan perbaikan karena dari skor yang tercapai ada 33% untuk soal no. 4, 48 % untuk soal no. 5 dan 35 % untuk soal no. 8. Nilai rata-rata secara klasikal adalah 69,3 Ditinjau dari perolehan nilai hasil tes datanya dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Data Perolehan Nilai Siswa pada Siklus I Kelompok Nilai Itervsl nilai Siklus I Kualitas Nilai F % 1 0 – 59 0 0% Kurang 2 60 – 89 33 83% Cukup 3 90 – 100 7 17% Baik
Dari tabel 3. dapat dilihat bahwa siswa yang memperoleh nilai kurang tidak ada. Ditinjau dari keaktifan siswa mencatat materi pelajaran, datanya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Keaktifan Siswa Mencatat pada Siklus I No Keaktifan Siswa Mencatat pada materi pelajaran Siklus I F % 1 Aktif 33 Orang 83% 2 Tidak Aktif 7 Orang 17% Jumlah 40 Orang 100%
Ditinjau dari keaktifan siswa dalam belajar kelompok melalui lembar catatan lapangan, datanya dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Keaktifan Siswa dalam Belajar Kelompok Siklus I No Keaktifan Siswa Siklus I F % 1 Aktif 22 Orang 56% 2 Cukup aktif 11 Orang 28% 3 Tidak Aktif 7 Orang 17% Jumlah 40 Orang 100%
Hasil pengamatan kinerja pada bagian pendahuluan, penutup dan situasi kelas termasuk kategori cukup. Tetapi pada bagian tertentu misalnya ketrampilan mengarahkan siswa untuk menjawab soal, mengamati cara siswa menyelesaikan masalah masih perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil pengamatan kinerja guru pada siklus I masih diperlukan upaya dalam memotivasi siswa, menghubungkan dengan pelajaran yang telah lalu dan memberikan waktu yang cukup kepada siswa yang belum selesai mengerjakan soal. Hasil pengamatan pada siklus I tentang kinerja dapat dilihat pada tabel berikut : Table 5. Ringkasan Hasil Pengamatan Kolaborator Pada Siklus I
No Aspek Yang Diamati Penilaian dan pengamatan Kurang Cukup Baik 1 Pendahuluan a. Memotivasi minat siswa b. Menghubungkan dengan pelajaran yang lalu c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 Kegiatan inti a. Memberikan masalah Problem-Based Learning b. Mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban dan cara menjawab soal dengan memberi bantuan seperlunya c. Mengamati cara siswa menyelesaikan masalah secara bergiliran d. Mengajak siswa membandingkan / mendiskusikan jawaban dengan jawaban temannya e. Mendorong siswa untuk mengemukakan pemikirannya atau menanggapi pendapat temannya. f. Menghargai berbagai pendapat g. Mengarahkan siswa menarik kesimpulan h. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan
3. Penutup a. Menegaskan kembali kesimpulan materi b. Memberi tugas pada siswa 4. Pengelolaan waktu 5 Penampilan guru (ceria, bersih dan rapi) 6 Suasana kelas a. Antusias siswa b. Antusias guru
Kolaborator
4. Refleksi Perbaikan dan Pengayaan Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pengamatan pada siklus I ditemukan kegagalan yaitu : a. Dilihat dari perolehan nilai tes, siswa yang memperoleh nilai baik (90 – 100) adalah 7 orang (17%), yang memperoleh nilai cukup (60 – 89) adalah 33 siswa (83 %), tetapi yang memperolah nilai kurang (0 – 59) tidak ada (0 %). b. Dilihat dari keaktifan mencatat materi yang diberikan, siswa yang tidak aktif mencatat ada 7 orang ( 17 %) dari 40 siswa. c. Dilihat dari keaktifan siswa dalam belajar kelompok, siswa yang tidak aktif ada 7 siswa (17%) dari 40 siswa.
B. Siklus II 1. Perencanaan Pada siklus II Peneliti lebih meningkatkan kegiatan pembelajaran dari apa yang telah dilakukan pada siklus I yaitu ingin meningkatkan kreatifitas siswa kelas X–1 SMA Negeri 3 Blitar dalam pembelajaran kelompok. Adapun perencanaannya adalah sebagi berikut : a. Peneliti menyajikan materi pelajaran yang telah dirancang bersama Kolaborator b. Siswa diminta belajar kelompok untuk membahas penyelesaian soal-soal Logika Matematika c. Peneliti memberikan tugas secara berkelompok dan individu d. Siswa diberi kesempatan secara kelompok untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas e. Peneliti memberikan bimbingan kepada setiap kelompok yang mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal logika matematika. f. Kolaborator membuat catatan pribadi g. Peneliti memberikan tes dan angket kepada siswa.
2. Pelaksanaan Suklus II dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2007 yang membahas tentang disjungsi dan konjungsi. Adapun pelaksanaanya sama seperti siklus I tetapi dimodifikasi sedikit lebih menekankan pada kreativitas siswa dalam belajar. Setelah menyampaikan materi berkenaan dengan disjungsi dan konjungsi kemudian Peneliti memberikan soal di papan tulis. Peneliti membagi semua siswa dalam kelompok heterogen yang tediri atas 4 – 5 orang tiap kelompok : a. Tiap orang dalam masing-masing kelompok membuat soal-soal yang ada hubungannya dengan pokok bahasan seperti yang dicontohkan di papan tulis. b. Membicarakan soal yang telah dibuat masing-masing orang dalam kelompok. c. Mendiskusikan soal yang dipilih sebagai soal kelompoknya d. Masing-masing anggota kelompok mengerjakan soal berdasarkan pertanyaan hasil kesepakatan. e. Membandingkan jawaban antar anggota kelompok. Dengan tugas yang terstuktur tersebut diharapkan mereka belajar bagaimana menggunakan pertanyaan untuk membantu mereka dalam merencanakan, memantau dan mengevaluasi pemecahan masalah yang mereka hadapi. Hal serupa dilakukan oleh kelompok-kelompok lain dalam kelas tersebut. Setelah masing-masing kelompok mendiskusikan kegiatan diatas, masing-masing anggota kelompok berusaha untuk menjawab soal berdasarkan pertanyaan hasil diskusi kelompok. Sedangkan siswa sedang membuat jawaban soal secara individu, Peneliti berkeliling memantau kemajuan siswa, antara lain memeriksa apakan siswa sudah bekerja sesuai dengan rencana atau belum. Jika Peneliti mendapati siswa menemui kesulitan, maka Peneliti perlu memberi bantuan antara lain mengingatkan langkah-langkah penyelesaiaan soal, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Jawaban masing masing kelompok didiskusikan dalam kelompok tersebut. Secara acak Peneliti menunjuk salah satu anggota kelompok tersebut untuk mempresentasikan penyelesaiaanya dan menjelaskan kepada semua siswa tentang proses penyelesaian soal yang dikerjakan. Peneliti membantu siswa yang menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal.Sebelum kegiatan pembelajaran berakhir, peneliti memberikan soal-soal latihan (evaluasi 2) yang harus dikerjakan siswa dan selanjutnya diberikan angket untuk diisi oleh siswa.
3. Pengamatan Berdasarkan catatan lapangan, pada saat berlangsungnya belajar kelompok pada awalnya setiap siswa kelihatan aktif dalam kelompoknya masing-masing. Hal ini disebabkan karena Peneliti berkeliling melihat-lihat cara kerja masing-masing kelompok, secara bergantian Peneliti membimbing bagai mana cara yang benar dalam menyelesaikan soal-soal logika yang diberikan. Pada saat bersamaan, sewaktu Peneliti memberikan bimbingan kepada kelompok III ada seorang dari kelompok I sedang makan makanan ringan dan Peneliti menegurnya supaya aktif berinteraksi dengan kelompoknya. Adapun pengamatan diluar proses belajar kelompok yaitu Peneliti memeriksa catatan setiap siswa setelah materi diberikan. Ternyata ada seorang siswa yang tidak mencatat. Ditinjau dari keaktifan siswa dalam belajar kelompok melalui lembar catatan lapangan, dapat dilihat pada tabel 6.
Ditinjau dari ketuntasan siswa, datanya dapat dilihat dari table 6. Tabel 6. Nilai Hasil Ulangan Harian siklus II ANALISA HASIL ULANGAN HARIAN SIKLUS II
Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Logika Matematika / Disjungsi dan Konjungsi Kelas/Semester : X – 1 / Genap Tahun Ajaran : 2006 – 2007 Jumlah Soal : 10 soal Jumlah Siswa : 40
Hasil Analisa a. Ketuntasan belajar Banyak siswa seluruhnya 40 siswa Banyak siswa yang tuntas belajarnya 40 siswa Prosentase banyaknya siswa yang tuntas 100 % b. Kesimpulan 1) Pada siklus II Tidak perlu diadakan perbaikan karena siswa tuntas semua. 2) Perlu perbaikan pengajaran untuk soal no 8 3) Dari analisa diatas, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan berhasil dengan tuntas sebab prosentase siswa yang tuntas belajar mencapai 100 % dari jumlah siswa secara keseluruhan. Dalam hal ini menunjukan kegiatan penilaian yang dilaksanakan telah berhasil. Dan perlu perbaikan pengajaran untuk soal no 8 Ditinjau dari perolehan nilai tes dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Distribusi Frekuensi Data Perolehan Nilai Siswa pada Siklus II Kelompok Nilai Itervsl nilai Siklus II Kualitas Nilai F % 1 0 – 59 0 0% kurang 2 60 – 89 29 72% cukup 3 90 – 100 11 28% baik Ditinjau dari keaktifan siswa mencatat materi pelajaran, datanya dapat dilihat pada tabel 8. Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa ada 2 siswa (6%) dari 40 siswa yang tidak aktif mencatat materi. Tabel 8. Keaktifan Siswa Mencatat pada Siklus II No Keaktifan Siswa Mencatat pada materi pelajaran Siklus II F % 1 Aktif 38 Orang 94% 2 Tidak Aktif 2 Orang 6% Jumlah 40 Orang 100%
Tabel 9. Keaktifan Siswa dalam Belajar Kelompok Siklus II No Keaktifan Siswa Siklus II F % 1 Aktif 33 Orang 83% 2 Cukup aktif 7 Orang 17% 3 Tidak Aktif 0 Orang 0% Jumlah 40 Orang 100%
Hasil pengamatan kinerja pada bagian pendahuluan, penutup dan situasi kelas termasuk kategori baik. Tetapi pada bagian tertentu misalnya ketrampilan mengarahkan siswa untuk menjawab soal, mengamati cara siswa menyelesaikan masalah masih perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil pengamatan kinerja pada siklus II masih diperlukan upaya dalam memotifasi siswa, menghubungkan dengan pelajaran yang telah lalu dan memberikan waktu yang cukup kepada siswa yang belum selesai mengerjakan soal. Hasil pengamatan pada siklus II tentang kinerja dapat dilihat pada tabel berikut : Table 10. Ringkasan Hasil Pengamatan Kolaborator Pada Siklus II No Aspek Yang Diamati Penilaian dan pengamatan Kurang Cukup Baik 1 Pendahuluan a. Memotivasi minat siswa b. Menghubungkan dengan pelajaran yang lalu c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2 Kegiatan inti a. Memberikan masalah Problem-Based Learning b. Mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban dan cara menjawab soal dengan memberi bantuan seperlunya c. Mengamati cara siswa menyelesaikan masalah secara bergiliran d. Mengajak siswa membandingkan / mendiskusikan jawaban dengan jawaban temannya e. Mendorong siswa untuk mengemukakan pemikirannya atau menanggapi pendapat temannya. f. Menghargai berbagai pendapat g. Mengarahkan siswa menarik kesimpulan h. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan
3. Penutup a. Menegaskan kembali kesimpulan materi b. Memberi tugas pada siswa
4. Pengelolaan waktu 5 Penampilan guru (ceria, bersih dan rapi)
6 Suasana kelas a. Antusias siswa b. Antusias guru
Kolaborator
4. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pengamatan pada siklus II dilihat adanya peningkatan bila dibadingkan dengan siklus I yaitu : a. Dilihat dari distribusi frekuensi perolehan nilai adanya peningkatan peningkatan yaitu nilai 90 – 100 sebebanyak 11 siswa (28% dari 40 siswa) b. Dilihat dari keaktifan mencatat meteri pelajaran yang diberikan, siswa yang tidak aktif mencatat ada 2 siswa (6%) dari 40 siswa c. Dilihat dari keaktifan siswa dalam belajar kelompok, siswa yang tidak aktif tidak ada.. d. Dilihat dari nilai tes, yang mendapat nilai kurang (0 - 60) tidak ada. Meskipun nilai siswa pada siklus I ke siklus II ada yang mengalami peningkatan dan ada yang mengalami penurunan tetapi semua sudah mencapai ketuntasan. Dengan demikian pelaksanaan siklus II dikatakan berhasil. Setelah pembelajaran diberikan angket yang hasilnya adalah sebagai berikut : Table 11. hasil angket tentang metode pembelajaran dengan menggunakan metode Problem-Based Learning (yang ditunjukkan dalam bentuk proses) No Hal-hal yang dinilai Sangat Suka Suka Biasa Tidak Suka 1 Mempelajari matematika dengan cara menggunakan Problem-Based Learning 33% 56% 11% 0% 2 Dengan model pembelajaran tersebut lebih mudah dalam memahami soal-soal logika matematika 6% 39% 44% 11% 3 Memudahkan dalam menyelesaikan soal-soal logika matematika 11% 44% 39% 6% 4 Menyukai model pembelajaran dengan cara Problem-Based Learning 17% 50% 22% 11% 5 Sikap terhadap matematika setelah adanya model pembelajaran dengan metode Problem-Based Learning 11% 56% 22% 11%
C. Pembahasan Hasil Penelitian Dari hasil penelitian tindakan kelas selama siklus I sampai dengan siklus II dilakukan pengelompokan hasil-hasil nilai ulangan harian. Hal ini agar lebih mudah menganalisanya. Sedangkan analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik sederhana yaitu dengan menggunakan analisa diskriptif. Analisa diskriptif adalah model analisa dengan cara membandingkan rata-rata prosentasenya. Kemudian kenaikan rata-rata pada tiap-tiap siklus.
Hasil analisa hari keseluruhan siklus adalah sebagai berikut : Tabel 12. data hasil belajar sebelum diadakan penelitian No Uraian PRA PTK Siklus I Siklus II 1 Rata-rata nilai ulangan harian 42,8 69.3 74,3
Hasil Analisa 1. Kenaikan prosentase rata-rata PRA PTK dan siklus I T = x 100 % = = 62,9% 2. Kenaikan prosentase siklus I dan siklus II T = x 100 % = = 7,2 % Dari hasil analisa diatas diperoleh kenaikan siklus yaitu sebagai berikut : 1. Rata-rata kenaikan siklus I dibanding rata-rata nilai ulangan PRA PTK naik 62,9 % 2. Rata-rata nilai ulangan siklus II dibanding rata-rata nilai ulangan siklus I naik 7,2 % Dari hasil kenaikan rata-rata diatas juga dapat dilihat kenaikan prosentase secara keseluruhan sebagai berikut : Tabel 13. Data Hasil Kenaikan Nilai Ulangan Secara Keseluruhan No Uraian PRA PTK Siklus I Siklus II Kenaikan keberhasilan 1 Rata-rata kenaikan nilai tiap siklus 42,8 69,3 74,3 31,5
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa penghitungan kenaikan keberhasilan secara keseluruhan diperoleh dari rata-rata setelah diadakan PTK atau siklus II dikurangi rata-rata sebelum diadakan PTK. Dengan analisa = 74,3 – 42,8 = 31,5. Hasil analisa dari distribusi frekuensi perolehan nilai dari keseluruhan siklus adalah sebagai berikut : Tabel 14. Data Hasil Distribusi Frekuensi Perolehan Nilai dari Siklus I dan Siklus II No Uraian Siklus I Siklus II 1 2 Nilai < 90 Nilai ≥ 90 33 7 29 11
Hasil Analisa Kenaikan prosentase perolehan nilai siklus I dan siklus II 1. Untuk nilai < 90 T = x 100 % = x 100 % = -12,12 % 2. Untuk nilai ≥ 90 T = x 100 % = x 100 % = 57,14 % Dari hasil analisa diatas diperoleh: 1. Untuk nilai < 90 antara siklus I dan siklus II mengalami penurunan yaitu sebesar – 12,12 % 2. Untuk nilai ≥ 90 antara siklus I dan siklus II mengalami kenaikan sebesar 57,14 % Hasil analisa dari keaktifan siswa mencatat dari keseluruhan siklus adalah sebagai berikut : Tabel 15. Data Hasil Kreatifitas Siswa Mencatat Materi Pelajaran Siklus I dan Siklus II No Keaktifan siswa mencatat materi pelajaran Siklus I Siklus II 1 2 Aktif Cukup Aktif 33 7 38 2
Hasil Analisa Kanaikan prosentase dalam mencatat materi pelajaran antara siklus I dan siklus II 1. Untuk siswa aktif T = x 100 % = x 100 % = 15,15 % 2. Untuk siswa tidak aktif T = x 100 % = x 100 % = - 71,42 % Dari hasil analisa diatas diperoleh: 1. Untuk keaktifan siswa dalam mencatat materi pelajaran antara siklus I dan siklus II mengalami kenaikan yaitu sebesar 15,15 % 2. Untuk siswa tidak aktif dalam mencatat materi pelajaran antara siklus I dan siklus II mengalami penurunan yaitu sebesar –71,42 % Hasil analisis keaktifan siswa dalam belajar kelompok antara siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut : 1. Untuk siswa aktif T = x 100 % = x 100 % = 50 % 2. Untuk siswa cukup aktif T = x 100 % = x 100 % = - 36,36 % 3. Untuk siswa tidak aktif T = x 100 % = x 100 % = - 100 % Dari hasil analisa diatas diperoleh: 3. Untuk keaktifan siswa dalam belajar kelompok antara siklus I dan siklus II mengalami kenaikan yaitu sebesar 50 % 4. Untuk siswa cukup aktif dalam belajar kelompok antara siklus I dan siklus II mengalami penurunan yaitu sebesar -40 % 5. Untuk siswa tidak aktif dalam belajar kelompok antara siklus I dan siklus II mengalami penurunan yaitu sebesar -100 % Meskipun dalam PTK ini dalam siklus I dan siklus II semua siswa tuntas semua, maka PTK tetap dilaksanakan pada siklus-siklus berikutnya karena untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran dan untuk mengetahui kesulitan apa yang dihadapi siswa dalam menerima materi pelajaran.